Olahraga

Piala Indonesia, Turnamen Terpanjang Sepanjang Sejarah

AQ Minta PSSI Berani Keluarkan Dana

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi mendorong induk tertinggi sepakbola nasional (PSSI) agar berani mengambil sikap sekaligus mencari solusi terbaik atas penyelenggaraan Piala Indonesia 2018 yang dianggap sebagai turnamen terpanjang sepanjang sejarah.

Hal itu disampaikan pasca penundaan laga leg kedua babak final Piala Indonesia 2018 yang mempertemukan dua tim finalis, yakni PSM Makassar melawan Persija Jakarta, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (28/7/2019).

“Piala Indoensia 2005 sampai dengan 2012, babak awal dengan sistem home and away. Namun final dilakukan single match di GBK, seru dan drmatis. Bahkan Persipura pernah Walk Out para menit 60′ lawan Sriwijaya FC pada 2009,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya.

Hanya saja pada penyelenggaraan kali ini, regulator turnamen justru menerapkan regulasi berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. “Entah mengapa kali ini PSSI menggunakan format berbeda, menurut kami salah satunya adalah menghindari biaya penyelenggaraan yang tinggi sehingga dibebankan kepada masing-masing klub,” ungkapnya.

“Korbannya adalah klub, pemain dan suporter karena jadwal yang padat. Dengan ada tambahan jadwal dan biaya serta suporter yang hilir mudik mendukung klubnya,” sambung pria asal Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, yang akrab disapa AQ.

Regulasi yang diterapkan kali ini justru menyisakan banyak masalah yang harus segera diselesaikan. “Untuk turnamen internasional tidak masalah, tapi untuk turnamen lokal akan ada banyak masalah karena luasnya Nusantara, apalagi turnamen ini diadakan di tengah kompetisi. Gesekan akan semakin kuat, karena turnamen piala Indonesia kali ini menjadi turnamen terpanjang sepanjang sejarah. Semoga ini menjadi pelajaran bagi PSSI,” jelasnya.

“Kedepan laga semifinal dan final jangan dengan sistem home and away. PSSI harus berani mengeluarkan dana sebagai penyelenggara dengan tempat yang sudah ditetapkan di awal,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai anggota BPK RI. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar