Olahraga

AQ Imbau Suporter Madura Bersatu Junjung Respek dan Persatuan

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi mengimbau kepada seluruh suporter khususnya yang tergabung dalam komunitas Suporter Madura Bersatu, agar selalu menjunjung respek, persahabatan dan persatuan.

Bahkan pria yang juga tercatat sebagai pecinta sepakbola tersebut juga menyatakan jika nyanyian rasis dan vandal tidak boleh terjadi di stadion, khususnya di tribun Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan.

“Respek kepada semua pihak dan menjunjung persaudaraan adalah nilai dalam sepakbola, para pemain usai pertandingan diharuskan saling bersalaman. Demikian juga dengan suporter, harus saling menghormati nilai kemanusiaan,” kata Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) resmi klub, Selasa (23/7/2019).

Pihaknya menilai sepakbola banyak ditonton anak-anak, baik mereka yang datang langsung ke stadion maupun yang menonton melalui siaran televisi (TV). “Nyanyian rasis dan vandal adalah racun bagi generasi selanjutnya, jangan sampai mereka (anak-anak) merasa nyaman atas racun dan rasis,” ungkapnya.

“Masa depan mereka tidak hanya akan hidup di Madura, bisa jadi mereka justru menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang dicaci. Jangan ada tempat bagi penonton yang menyanyikan rasis dan vandal,” tegas pria yang akrab disapa AQ.

Selama berkecimpung dalam dunia sepakbola, dirinya mengaku tidak pernah memiliki musuh. Justru ia menjalin persahabatan bersama berbagai klub maupun elemen suporter, demi menikmati olahraga kesukaannya dengan baik. “Saat ini Madura sedang membangun persahabatan, kami bersahabat dengan semua suporter,” ungkapnya.

“Sudah delapan tahun kami ikut kompetisi (sejak mengelola Persepam), dan tidak satupun kami tekukan musuh. Kami justru menjumpai banyak kawan dan sahabat di seluruh Indonesia, karena kami ingin menikmati sepakbola seutuhnya,” tegasnya.

Penegasan tersebut diungkapkan ketika menyaksikan laga Madura United menjamu Arema FC di Gelora Madura, Sabtu (20/7/2019) malam. Saat itu, oknum suporter Madura Bersatu menyanyikan ‘chans penghinaan’ saat laga memasuki menit 51′. Bahkan Kapten Madura United, Greg Nwokolo dan beberapa pemain lain mencoba menghentikan chans tersebut.

“Suporter harus menjadi pemersatu, ada unsur pendidikan bagi generasi berikutnya untuk terus merajut persatuan. Banyak anak-anak yang terlibat di tribun maupun menonton dari siaran langsung, perkataan vandal atau rasis dari suporter akan meracuni generasi berikutnya. Kami minta ke panpel Madura United agar jangan ada tempat dan fasilitas di tribun bagi suporter rasis,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada laga bertajuk Derby Jatim juga sempat ada oknum suporter yang menanyakan flare. Akibatnya wasit sempat menghentikan pertandingan, ditambah dengan nyanyian rasis yang digunakan oknum suporter di berbagai titik. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar