Olahraga

AQ Ajak Wasit Junjung Tinggi Sportivitas

Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi mengajak para wasit agar berhenti berpihak dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam dunia olahraga, khususnya di kompetisi Liga 1 2019.

Hal itu disampaikan pasca timnya ‘dikerjai’ wasit kala bertandang ke markas Bhayangkara FC, pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2019) malam. Beruntung pada laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab berhasil membawa pulang 1 poin.

“Saat ini semua klub (liga 1) berbenah, klub dituntut memenuhi 168 syarat agar bisa berlisensi AFC/FIFA. Pemain disorot BOPI dan suporter diawasi Komdis (Komisi Disiplin). Semua demi kebaikan sepakbola Indonesia,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Selasa (6/8/2019).

Dari itu, pihaknya meminta agar seluruh wasit juga berbenah seperti yang harus dilakukan semua klub di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air. “Khusus wasit, berhentilah menguntungkan siapapun. Lakukan saja sesuai rule of the game, kalian juga harus berbenah,” pintanya.

“Semua sudah tahu, pemain, suporter, rakyat yang menonton sudah paham trik kalian. Kami juga tahu wasit yang bagus, kami pun tahu wasit yang ‘masuk angin’ yang bersembunyi dibalik ‘wasit juga manusia’,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Bahkan kekhilafan, keraguan hingga kesengajaan dari sebuah keputusan yang diambil seorang wasit juga bisa dinilai oleh khalayak. Terlebih dengan situasi dan kondisi sepakbola modern seperti saat ini. “Jadi berhentilah berpihak, karena klub ingin menang (secara) kesatria dan kalah terhormat,” tegasnya.

“Kami salut kepada wasit yang bekerja dengan baik memimpin pertandingan, penghargaan yang tinggi disertai ucapan terima kasih. Jadi trik kalian sudah ketahuan, jangan coba-coba berpihak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, laga antara tuan rumah Bhayangkara FC menjamu Madura United FC berakhir dengan skor imbang 1-1 untuk kedua tim. Masing-masing gol dicetak Ardhiyaksa (Bhayangkara FC) dan Jaimerson Xavier (Madura United).

Namun laga tersebut dihiasi keputusan kontroversi Wasit Adi Riyanto, yakni ketika memberikan keputusan berupa tendangan bebas saat sebenarnya Madura United mampu mencetak gol melalui kaki Alberto Goncalves. Gol tersebut tidak disahkan dan memancing protes dari para pemain tim tamu.

Berdasar regulasi FIFA atau low of the game, wasit seharusnya membiarkan pelanggaran terjadi saat tim berada di posisi menguntungkan untuk mencetak gol. Aturan tersebut tertuang dalam aturan kelima (law 5) yang mengatur tentang advantage atau keuntungan dalam jalannya pertandingan.

Dalam regulasi tersebut, wasit dapat memberikan keuntungan (kepada tim yang menyerang) saat terjadi pelanggaran. Sayangnya sang pengadil pertandingan justru memberikan keputusan berbeda dan cenderung keluar dari regulasi FIFA. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar