Olahraga

Apa Kabar PSMP?

Skuad PSMP musim 2018. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bursa transfer pemain musim 2020 sudah mulai berlangsung, bahkan beberapa tim di Liga 1 2020 mendaftarkan pemain yang akan bermain musim ini. Lalu bagaimana kabar tentang tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto, PS Mojokerto Putra (PSMP)?

Pasca menerima sanksi larangan bermain selama tiga tahun di kompetisi nasional karena terlibat match-fixing pada musim 2018 lalu, praktis tidak ada aktivitas di tim berjuluk The Lasmojo pada musim 2019 lalu. Sejumlah aksi dilakukan suporter untuk mengembalikan PSMP, namun tidak meringankan hukuman yang diterima.

Mulai dari menggelar aksi di depan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto pada bulan Oktober 2019 lalu. Suporter menuntut pertanggungjawaban Ketua Umum dan manajemen PSMP terkait sanksi tiga tahun yang terima tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo) tersebut.

Selama satu musim, Ketua Umum dan manajemen dinilai tidak berbuat apa-apa menyusul sanksi yang dijatuhkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Aksi seribu lilin di depan Mapolres Mojokerto hingga mengawal Kongres PSSI pemilihan Ketua Umum di Jakarta, telah dilakukan.

Aksi tersebut dilakukan lantaran suporter menilai manajemen hanya berpegangan dengan statuta dan semua dinilai tahu terkait statuta PSSI. Namun hingga kini, perjuangan suporter untuk mengembalikan PSMP bermain di musim 2020 ini sepertinya belum menemukan titik terang.

Dihubungi beritajatim.com, Presiden Klub PSMP, Firman Efendi mengaku, belum mendapatkan informasi terkait status PSMP di musim 2020 ini. “Ada kabar, kalau musim ini bisa bermain tapi turun kasta yakni di Liga 3 tapi terkait kebenarannya, belum saya konfirmasi,” ungkapnya, Rabu (22/1/2020).

Masih kata mantan Ketua KONI Kabupaten Mojokerto dua periode ini pun, kebingungan jika memang PSMP bisa kembali bermain di musim 2020 meski turun kasta. Pasalnya, belum ada pengelola yang mendekat lantaran sanksi yang diberikan untuk tim berjuluk The Lasmojo tersebut.

“Tapi kalau memang bisa bermain di musim ini, kita juga bingung siapa yang akan mengelola. Tapi kebenaran kabar bisa bermain musim ini, di Liga 3 juga belum pasti kebenarannya karena belum saya konfirmasi. Kabarnya seperti itu, bisa main tapi turun kasta tapi benar tidaknya belum tahu,” katanya.

Sebelumnya, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini diberikan sanksi larangan bermain selama satu tahun di kompetisi nasional karena terlibat match-fixing.
Ini setelah Indra Setiawan dkk mendapatkan pinalti saat menghadapi Aceh United pada 19 November 2018 lalu.

Tendangan Krisna Adi yang melenceng ke kiri gawang tim berjuluk Laskar Iskandar Muda. Skor tipis 3-2 dari tuan rumah Aceh United membuat PSMP gagal melaju ke babak empat besar Liga 2 2018. PSMP pun mendapat sanksi larangan bermain satu tahun di kompetisi nasional.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, PSMP mengajukan banding karena menilai sanksi yang diberikan tanpa meminta keterangan ke manajemen PSMP terlebih dahulu. Namun banding PSMP justru membuat hukuman PSMP bertambah menjadi tiga tahun. [tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar