Olahraga

Kasus Penyegelan Lapangan Karanggayam

Anak Gagal Bertanding, Orang Tua Kecewa

Surabaya (beritajatim.com) – Sejak pukul 14.00 orang tua dari para pemain sepak bola internal Persebaya, Indonesia Muda, sudah menunggu lama di pintu masuk Lapangan Karanggayam Surabaya, Sabtu (22/6/2019).

Mereka terkejut karena tak bisa masuk ke lapangan untuk melihat pertandigan kompetisi internal antara Indonesia Muda melawan Untag Rosita, bahkan pertandingan tersebut akhirnya dibatalkan.

Salah satunya orang tua dari pemain Indonesia Muda, Oviana Johan, yang sudah datang jauh dari Sidoarjo ingin melihat permainan sang anak Gardika Aria.

Ia sangat menyesalkan penggembokan pagar Lapangan Karanggayam. Sejak sang anak berlatih sekolah sepak bola di tahun 2000-an tidak pernah lapangan  seperti ini. Baru kali ini, menurut Oviana, Pemerintah Kota Surabaya mengecewakan dengan melakukan penggembokan.

“Kalau digembok seperti ini kita sangat kecewa. Karena dimana lagi klub internal dan SSB (sekolah sepak bola) berlatih kalau tidak disini. Padahal tempat ini merupakan pembibitan pemain muda. Kami sebagai wali murid ya kecewa, kami minta secepatnya lapangan ini dibuka,” ucap Oviana Johan

Lebih lanjut, bersama wali murid yang lain, ia berharap Pemkot dan pihak internal segera menyelesaikan permasalahan ini dengan sebaik- baiknya. Bahkan para wali murid berencana membantu bisa berkomunikasi dengan pihak terkait dari Pemerintah Kota Surabaya.

“Jelas kecewa. Sudah datang dari jauh malah digembok. Harusnya ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau bicara baik-baik dengan pejabat-pejabat di atas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemkota Surabaya secara mengejutkan menyegel semua fasilitas yang ada di mess Karanggayam. Mulai dari ruangan Direktur Klub Internal, hingga ruang pendaftaran registrasi kartu Persebaya. Bahkan, lapangan Karanggayam yang setiap hari digunakan oleh tim internal dan Persebaya usia muda beraktifitas pun digembok. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar