Olahraga

Sekilas tentang Madura United

7 Pemain Jadi Kapten di Piala Presiden 2019

Line Up Madura United FC saat bentrok melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC memang gagal melaju ke final turnamen pra musim Piala Presiden 2019, pasca kalah agregat 5-2 dari Persebaya Surabaya di babak semifinal, Sabtu (6/4/2019) lalu.

Namun dalam turnamen yang digelar sejak 2015 tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab memiliki rentetan cerita unik selama mengarungi ketatnya jadwal turnamen. Salah satunya seputar pemain yang menjabat sebagai kapten tim.

Bahkan dari enam laga yang mereka jalani, tercatat sebanyak tujuh pemain secara bergantian bertugas mengemban amanah sebagai kapten tim ditandai dengan ban kapten yang melingkar di lengan tujuh pemain berbeda.

Kondisi terebeut tidak lepas dari proses pergantian pemain saat pertandingan berlangsung, mulai dari laga penyisihan hingga babak semifinal. Kebetulan dalam beberapa laga, pemain yang diganti merupakan pemain yang mengemban amanah sebagai kapten tim.

Pergantian kapten tim terbanyak saat laga berlangsung terjadi pada babak penyisihan grup, yakni saat menghadapi Persija Jakarta dan PSS Sleman. Bahkan pada masing-masing laga tersebut, perubahan kapten terjadi hingga tiga kali.

Sejatinya, tim binaan Dejan Antonic sudah melakukan pemilihan kapten plus wakil kapten pada pertemuan pertama klub di Surabaya, Sabtu (26/1/2019) lalu. Dari pertemuan tersebut, Greg Nwokolo terpilih sebagai kapten tim disusul Fachruddin Aryanto dan Slamet Nurcahyo sebagai wakil kapten.

Selain ketiganya, terdapat empat pemain lain yang sempat menjabat kapten tim pada laga pra musim. Meliputi Alberto Goncalves, Asep Berlian, Jaimerson Xavier, dan Zah Rahang Krangar. Namun keempat pemain tersebut merupakan kapten tim dengan status pengganti.

Seperti yang dikatakan Greg Nwokolo, saat dirinya memberikan sambutan pasca terpilih sebagai kapten tim. “Kami disini hanya dipilih sebagai kapten tim, tapi kapten yang sebenarnya adalah kita semua,” ungkapnya.

“Mari bangun tim ini agar kompak, jika ada masalah mari kita bicarakan dengan baik-baik,” tegas pemain naturalisasi berdarah Nigeria, yang mengenakan jersey loreng khas Madura bernomor punggung 11. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar