Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Van der Vaart Bicara Kenangan Indah Bersama Tottenham

Jum'at, 07 Desember 2018 14:25:08 WIB
Reporter : -
Van der Vaart Bicara Kenangan Indah Bersama Tottenham

Heemskerk - Mantan playmaker timnas Belanda dan Real Madrid, Rafael van der Vaart sudah resmi gantung sepatu bulan lalu. Pria 35 tahun itu tak kuat lagi bermain karena sering dibekap cedera. Van der Vaart mengakhiri karier di klub Liga Denmark Esbjerg fB.

Berbicara kepara jurnalis dari Voetbal Internasional, Van der Vaart mengatakan kenangan paling indah yang tidak pernah ia lupakan adalah masa-masa membela klub Liga Primer Inggris Tottenham Hotspur. Pria kelahiran Kota Heemskerk, Belanda itu membela Spurs di White Hart Lane selama dua musim sejak 2010 sampai 2012.

Walau tanpa gelar, van der Vaart menikmati hidupnya di London karena merasakan kebebasan jiwa saat bermain sepak bola.

Van der Vaart membela Spurs saat klub berjuluk Bunga Lily itu masih diperkuat Luka Modric dan Gareth Bale. Mereka menjadikan Spurs sebagai klub kuda hitam di Liga Primer Inggris.

"Dari pekan ke pekan bermain untuk Spurs, saya benar-benar merasakan hidup. Sepak bola di sana sangat fantastis," kata Van der Vaart, dikutip dari Sport Witness, Jumat (7/12).

Mantan bintang Hamburg SV itu berani mengatakan dua tahun di Spurs adalah masa terbaik sepanjang kariernya. Di mana tak hanya menjalankan peran sebagai pemain, Rafael juga akrab satu sama lain dengan semua pemain Spurs dan juga suporter.

Nama Van der Vaart mulai dikenal sejak menjadi rookie untuk Ajax Asmterdam tahun 2000 lalu. Lima tahun bersama Ajax, Van der Vaart dipinang klub Jerman Hamburg. Juni 2008, Van der Vaart dibeli raksasa Spanyol Real Madrid.

Sayangnya Madrid tidak memperlakukannya dengan baik. Kedatangan Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema membuat Van der Vaart terpinggirkan. Ia akhirnya pindah ke Spurs dan menjadi playmaker tak tergantikan di sana selama dua tahun.

Pada Juli 2012, Van der Vaart mudik ke Hamburg. Penyebabnya karena klub itu mendatangkan tiga pemain baru yang posisinya mirip dengan Van der Vaart. Yakni Clint Dempsey, Mouss Dembele dan Gylfi Sigurdsson. Ia hengkang tak lama setelah tandemnya Luka Modric juga hijrah ke Real Madrid.

Periode kedua Van der Vaart di Bundesliga Jerman tidak terlalu cemerlang.  Musim 2015-2016, ia kembali ke La Liga membela Real Betis yang saat itu baru promosi lagi dari Segunda Division. Sering absen karena cedera, Rafael jarang main di Betis. Ia kemudian hengkang ke Denmark bersama Midtylland dan berakhir di Esbjerk. [kun]

Komentar

?>