Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kalah 3-1 atas PSMP, Semen Padang Mengaku Kecewa

Rabu, 14 Nopember 2018 19:43:27 WIB
Reporter : Misti P.
Kalah 3-1 atas PSMP, Semen Padang Mengaku Kecewa

Mojokerto (beritajatim.com) - PS Mojokerto Putra (PSMP) menjamu tamunya, Semen Padang di laga home terakhir putaran kedua babak 8 besar Liga 2 2018 di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu (14/11/2018) berakhir dengan skor 3-1. Pelatih tim berjuluk Kabau Sirah mengungkapkan kekecewaan terhadap jalannya pertandingan.

Pelatih Kepala Semen Padang, Syafrianto Rusli mengaku kecewa dengan kepimpinan wasit Nugini asal Kalimantan Timur. "Main normal artinya kita saling serang tapi pemain saya dibuyarkan adanya pinalti dan pinalti lagi sehingga konsentrasi dari mental pemain saya untuk bermain buyar. Di babak kedua dengan keadaan yang sama tidak bisa lepas dari rasa kesal," ungkapnya.

Masih kata Syafrianto, pemain depan Semen Padang, Riski Novriansyah mendapatkan pinalti pertama di menit awal babak pertama. Karena anak asuhnya tersebut dinilai menang bola namun dihantam kiper PSMP, Putut Wijiarto. Menurutnya seharusnya wasit memberikan pinalti ke Semen Padang.

"Saya tidak menilai itu, silahkan Anda menilai sendiri. Riski digagalkan, tipikal bukan diam di tempat tapi teman-temannya selalu terlambat. Seharusnya kami dapat pinalti, Riski menang bola dihantam kiper tidak dapat bola. Disana kena sedikit dapat pinalti tapi saya tidak menyesalkan ini, karena inilah kondisinya seharusnya kita dapat pinalti duluan," katanya.

Syafrianto menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya mental pemain dihantam sehingga banyak tim tamu di kandang PSMP kalah. Menurutnya, meski kalah 3-1 atas PSMP, Semen Padang masih berpeluang lolos babak empat besar jika lawan Kalteng Putra di kandang bisa memenangkan pertandingan.

"Saya rasa kami masih ada peluang, ini bukan akhir dari segalanya. Di kadang lawan Kalteng harus menang, jika menang lolos. Menghadapi Kalteng Putra mungkin hanya ada satu pemain yang mendapatkan akumulasi kartu. Insya Allah kami bisa, Mudah-mudahan bisa ketemu lagi dengan Mojokerto," tegasnya.

Sementara itu, salah satu pemain Semen Padang, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya menambahkan, bermain di Mojokerto sudah tahu beberapa faktor lain. "Kita sudah tahu dan sudah siap dengan itu. Kedepan kita masih ada satu pertandingan di kandang. Saya rasanya sepak bola bukan matematika, kemarin menang di kandang, sekarang kalah. Kami bertekad memenangkan pertandingan. Kita harus optimis dan harus optimis," pungkasnya.[tin/kun]

Komentar

?>