Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Dikira Bonek, Aremania Ini Dikeroyok Aremania Lainnya

Minggu, 07 Oktober 2018 15:05:37 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Dikira Bonek, Aremania Ini Dikeroyok Aremania Lainnya

Malang (beritajatim.com) - Insiden pengeroyokan ataupun perkelahian beberapa kali terjadi di sisi tribun saat pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) kemarin.

Nyaris semua sektor tribun Stadion Kanjuruhan insiden pengeroyokan terjadi. Mulai dari tribun timur, tribun selatan, tribun utara bahkan tribun VIP sekalipun. Tidak jelas siapa yang menjadi korban pengeroyokan.

Kabarnya beberapa oknum Bonek Mania tertangkap menyusup ke Stadion Kanjuruhan. Hubungan antara Aremania dan Bonek Mania memang dikenal tidak harmonis. Bahkan kedua suporter dilarang mendampingi tim masing-masing saat partai tandang.

Namun di antara belasan insiden pengeroyokan, ada yang justru dialami sesama rekan Aremania di tribun selatan. Korban adalah Muslimin (28) Aremania asal Muharto, Kota Malang. Ia dikeroyok usai menegur seorang Aremania yang melakukan pelemparan ke lapangan.

Lemparan itu tidak sampai ke lapangan justru mengenai kepala putrinya yang masih berusia 15 bulan. Benda yang dilempar adalah gelas plastik berisi es batu dari seorang oknum Aremania.

"Saya datang, saya tegur, malah saya diteriaki Bonek. Padahal saya ini Aremania. Saya dihajar mulai dari tribun bagian tengah sampai bawah," kata Muslimin.

Muslimin menyayangkan aksi pengeroyokan yang ia terima. Namun Muslimin enggan melaporkan insiden pengeroyokan karena alasan sesama Aremania.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans, Barung Mangera membenarkan jika ada oknun Bonek yang menyusup ke Stadion Kanjuruhan. Dua oknum Bonek tertangkap oleh Aremania itu diserahkan ke polisi untuk menghindari amukan massa.

"Yang diamankan ada dua orang, dan semuanya sama polisi sudah dipulangkan, kami antarkan ke terminal," tandas Barung. [luc/but]

Komentar

?>