Selasa, 16 Oktober 2018

Jawara Asia Susun Rencana Kuasasi Etape 1 ITdBI 2018

Rabu, 26 September 2018 12:28:30 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Jawara Asia Susun Rencana Kuasasi Etape 1 ITdBI 2018

Banyuwangi (beritajatim.com) - Hari pertama yang berat ini dimanfaatkan Team Kinan untuk menguji peluang timnya. Hasil hari ini akan menjadi tolok ukur siapa di antara lima pembalap mereka yang paling favorit. “Sebab, tim kami semuanya adalah climber,” kata Genki Yamamoto, juara nasional balap sepeda Jepang yang menjadi salah satu jagoan Kinan.

Hal serupa diungkapkan rekan setim Yamamoto, Thomas Lebas. Pembalap Prancis spesialis juara umum itu menjadikan etape pertama sebagai arena adaptasi sebelum menaklukan Ijen di etape pemungkas.

“Kondisi saya sedang bagus. Saya cukup fit. Tapi soal target saya lihat hasil hari ini dulu,” kata juara Tour de Flores 2017 tersebut.

Yamamoto menambahkan, ITdBI memiliki makna spesial bagi timnya. Sebab, balapan yang tahun ini memasuki episode ketujuh itu dikenal sebagai balapan dengan tanjakan mematikan. Mereka bahkan tidak terlalu mengejar Tour de Siak 2018 yang baru saja rampung.

“Kami tidak terlau mengejar Siak karena rutenya datar. Di sini tanjakan. Makanya paling tidak saya ingin dapat UCI poin dari balapan ini,” katanya.

Sementara itu, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 langsung menunjukkan identitasnya sebagai kompetisi balap sepeda yang berat. Jika umumnya ajang balap sepeda lainnya menyuguhkan rute datar di hari pertama, tidak demikian halnya dengan ITdBI.

Rute Kantor Bupati Banyuwangi-Songgon sepanjang 153,1 km hari ini (26/9) memiliki tanjakan kategori dua pada 13 km terakhir. Para pembalap yang sebelumnya berada dalam rombongan besar alias peloton kemungkinan besar bakal terpecah di jalur ini.

“Tanjakan kategori dua akan menyisihkan para pembalap yang memiliki kemampuan tanjakan dengan para pembalap lainnya. Mereka akan menciptakan gap sekaligus banyak melakukan attack di jalur ini,” kata Stephan van der Zwan dari Pro Cycling Stats, lembaga statistik balap sepeda dunia yang ikut hadir di ITdBI.

Stephan yakin bahwa balapan hari ini tak akan diakhiri dengan finis dalam rombongan besar. Sebab, selain menanjak, jalurnya cukup sempit. “Bakal sangat susah untuk menyalip. Apalagi kalau tim besar yang semuanya solid hingga tanjakan. Mereka bisa me-blok jalan,” katanya.

Stephan menambahkan, balapan hari ini bisa langsung menciptakan selisih hingga beberapa menit. Tapi juga tak bisa terlalu jauh. “Karena tanjakan kategori dua juga tak terlalu panjang. Namun, ini penting untuk langsung menciptakan jarak yang signifikan dengan pembalap lain,” katanya. (rin/kun)

Tag : balap sepeda

Komentar

?>