Minggu, 16 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Siarkan Piala Dunia Tanpa Ijin, 5 Hotel di Bali Digugat Rp 203 Miliar

Senin, 16 Juli 2018 14:24:38 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Siarkan Piala Dunia Tanpa Ijin, 5 Hotel di Bali Digugat Rp 203 Miliar

Surabaya (beritajatim.com) - Setelah sebelumnya melakukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap dua tempat usaha dan satu hotel di Bali, kali ini PT Inter Sport Marketing (ISM) kembali melayangkan gugatan PMH terhadap penayangan pertandingan sepakbola Piala Dunia Brazil 2014 di Pengadilan Niagan pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Digugatan jilid empat ini, ada sembilan hotel di Bali yang digugat karena menayangkan konten pertandingan sepakbola Piala Dunia 2014 Brazil tanpa ijin.

Jika pada gugatan sebelumnya PT ISM hanya menuntut Rp 20 miliar sampai Rp 26 miliar kepada dua tempat usaha dan satu hotel di Bali yang kedapatan melakukan pelanggaran berupa menyiarkan konten pertandingan sepakbola Piala Dunia 2014 Brazil tanpa ijin, untuk gugatan terhadap lima hotel di Bali di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya kali ini, PT ISM dalam gugatannya memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan menyidangkan perkara ini, menghukum para tegugat membayar ganti rugi atas penayangan ilegal pertandingan sepakbola 2014 Brazil, masing-masing sebesar Rp 203 miliar.

Boturani Adikasih, SH, Legal Head Division dari PT ISM & PT Nonbar mengatakan, untuk total kerugian yang dimintakan ke majelis hakim atas penayangan konten pertandingan sepakbola Piala Dunia 2014 Brazil jilid empat ini memang terbilang cukup fantastis.

Lebih lanjut Rani mengatakan, dari sembilan hotel yang sudah didaftarkan gugatannya itu, lima diantaranya adalah PT. Belindo Bintang Buana yang mengelola Solaris Hotel Kuta-Bali, PT. Widja Putra Karya yang mengelola hotel Oberoi Seminyak-Bali, PT. Selaras Indah Perkasa yang mengelola Hotel MaxOne Jimbaran-Bali, PT Akmanindo Legian yang mengelola Hotel Akmani Legian-Bali dan PT Kuta Bali Sejahtera yang mengelola Fontana Hotel Bali. 

“Nilai yang kami minta ke majelis hakim kali ini memang sangat besar jumlahnya. Namun, kami mempunyai pertimbangan-pertimbangan sebelum memunculkan nilai sebesar itu. Alasan kami menuntut Rp 203 miliar ke para hotel dan restauran yang kami gugat di Pengadlan Niaga pada PN Surabaya kali ini adalah yang masih bersikeras dan tidak mau untuk diajak bermediasi menyelesaikan permasalahan penayangan Piala Dunia 2014 Brazil 2014 tanpa ijin di masing-masing Hotel tersebut," ujarnya, Senin (16/7/2018).

Lima dari sembilan hotel yang kami gugat di Pengadilan Niaga pada PN Surabaya kali ini, lanjut Rani, kedapatan menayangkan konten siaran pertandingan sepakbola Piala Dunia 2014 Brazil 2014 tanpa ijin, di restoran atau di kamar hotel mereka. [uci/ted]

Tag : piala dunia

Komentar

?>