Minggu, 22 Juli 2018

Diwarnai Kartu Merah, Madura United Curi 1 Poin di Markas PSIS

Kamis, 12 Juli 2018 18:46:12 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Diwarnai Kartu Merah, Madura United Curi 1 Poin di Markas PSIS

Pamekasan (beritajatim.com) - Madura United FC berhasil mencuri 1 poin dari markas PSIS Semarang, pasca bermain imbang tanpa gol pada laga pekan ke-15 Liga 1 di Stadion Madya Moch Soebroto, Magelang, Kamis (12/7/2018) sore.

Pada laga menghadapi tim tuan rumah berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut, Laskar Sape Kerrab bermain dengan komposisi menyerang melalui skema ideal 4-3-3 dengan menempatkan trio Alberto Antonio de Paula, Bayu Gatra Sanggiawan dan Zah Rahan Krangar.

Termasuk juga trio lini tengah yang ditempati pemain yang tidak kalah menyerang, seperti Nuriddin Davronov dan Raphael Maitimo. Sementara Asep 'RINO' Berlian diplot khusus menjaga keseimbangan lini tengah, baik untuk bertahan maupun menyerang.

Bahkan pada menit-menit awal pertandingan, tim tamu mampu tampil dominan dan memberikan tekanan ke area pertahanan tim tuan rumah. Bebera peluang mampu mereka ciptakan, namun barisan pertahanan PSIS cukup solid dan sulit dibongkar.

Sementara PSIS juga tidak mau kalah, mereka tampil maksimal dan meladeni agresifitas permainan yang diterapkan tim tamu. Bahkan mereka juga mampu memberikan tekanan ke hingga membuat barisan pertahanan Madura bekerja ektra keras.

Namun dari berbagai peluang yang diperoleh kedua tim, tidak satupun berbuah gol dan akhirnya gawang kedua tim masih perawan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan 45' menit pertama. PSIS Semarang 0-0 Madura United FC.

Memasuki babak kedua, kedua tim tidak mengendurkan intensitas serangan. Secara bergantian mereka tampil menyerang dan membahayakan barisan pertahanan masing-masing, jual beli serangan pun terjadi sejak menit-menit pertama interval kedua.

Namun Madura United harus rela bermain dengan 10 pemain saat laga memasuki menit 62', hal itu karena Al-Fath Fathier diusir wasit dan menerima kartu kuning kedua. Hal itu membuat tim binaan Gomes de Olivera lebih memilih bermain bertahan, sekalipun sesekali melakukan serangan balik berbahaya.

Strategi tersebut terbilang cukup berhasil, sebab tim binaan Vincenzo Alberto Annese sangat kesulitan menembus pertahanan Madura sekalipun unggul jumlah pemain. Akhirnya skor tetap bertahan tanpa gol hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. [pin/kun]

Komentar

?>