Senin, 20 Agustus 2018

5 Sikap PWI Malang Atas Kekerasan terhadap Oryza

Kamis, 05 Juli 2018 19:38:49 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
5 Sikap PWI Malang Atas Kekerasan terhadap Oryza
Oryza A Wirawan saat dibesuk pimpinan beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto dan Ainur Rohim

Malang (beritajatim.com) - Kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI kepada wartawan beritajatim.com Oryza A Wirawan dikecam oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang raya.

Oryza dianiaya saat sedang melakukan tugas peliputan pada pertandingan sepakbola antara Persid Jember kontra Sindo Dharaka pada Liga 3 di Stadion Jember Sport Garden (SJSG), Rabu (4/7/2018) kemarin.

Ketua PWI Malang Raya Ariful Huda mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan kepada wartawan. Apalagi kekerasan dilakukan saat peliputan sepak bola dimana semua perangkat pertandingan, tim hingga suporter wajib memiliki sikap sportif.

Terkait tragedi kekerasan wartawan saat peliputan sepakbola di Jember, berikut pernyataan sikap PWI Malang.

PWI Malang menyatakan sikap:
1. Prihatin terhadap peristiwa kekerasan yang menimpa wartawan saat menjalankan tugas.

2. Mendesak pihak yg bertanggungjawab utk menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

3. Mendorong aparat kepolisian menindaklanjuti laporan wartawan yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

4. Mendesak Denpom TNI mengusut tuntas kejadian tersebut untuk mendapatkan kepastian keterlibatan oknum TNI.

5. Mendesak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi tegas kepada klub atau pemain yang terlibat dalam kekerasan yang menimpa wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penganiayaan terhadap Oryza dilatarbelakangi kekecewaan pemain Sindo Dharaka kepada wasit yang memberikan hadiah pinalti kepada pemain Persid di injury time yang berbuah gol. Hal inilah yang akhirnya memancing kemarahan pemain Sindo Dharaka, sehingga pemain mengejar wasit.

Melihat peristiwa tersebut, Oryza yang sedang melakukan liputan langsung mengabadikannya dengan menggunakan kamera handpone.

"Saat itu pertandingan sudah berakhir, beberapa pemain dari Sindo Dharaka terlihat mengejar wasit dan melakukan pemukulan, tentu sebagai jurnalis saya mengabadikan peristiwa ini, namun tiba-tiba dari arah samping saya ada petugas keamanan berpakaian doreng merampas handpone saya, setelah melihat tanda pengenal saya selaku wartawan, hp saya dikembalikan, namun setelah itu ada beberapa pemain dari Sindo Dharaka yang menghampiri saya dan melakukan penganiayaan," ujar Oryza.

Sementara itu, klub Sindo Dharaka adalah hasil merger antara Samudra Indonesia (Sindo) dengan klub Dharaka FC milik TNI yang kini mengikuti kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur. [luc/but]

Tag : liga 3

Komentar

?>