Jum'at, 20 Juli 2018

Ketua Umum Persid Jember Minta Yayasan Dibubarkan

Minggu, 20 Mei 2018 16:30:35 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketua Umum Persid Jember Minta Yayasan Dibubarkan

Jember (beritajatim.com) - Ketua Umum Persid Jember Agus Rizki meminta agar Yayasan Persid Jember yang menaungi klub sepak bola Liga 3 tersebut membubarkan diri. Selanjutnya kewenangan pengelolaan klub tersebut dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hal ini dikemukakan Agus sebagai bagian dari refleksi dan evaluasi ulang tahun Persid ke-66 yang jatuh pada hari ini, Sabtu (20/5/2018). Yayasan Persid Jember dibentuk pada 2011 sebagai respons terhadap permintaan PSSI agar semua klub yang berkompetisi di level liga profesional memiliki badan hukum. Akhirnya yayasan terbentuk yang terdiri atas representasi lima lembaga, yakni Pemkab Jember, KONI, DPRD Jember, pengurus Persid, dan Asosiasi Sepakbola (Askab) PSSI.

Namun beberapa tahun kemudian Persid tergelincir lagi ke level amatir dan sekarang setara dengan Liga 3. Dari sinilah, Agus menilai, yayasan tidak diperlukan lagi sebagai badan hukum. "Yayasan sudah tidak ada gunanya lagi. Persid sekarang amatir," katanya.

Apalagi selama ini peran Yayasan Persid Jember dalam menghidupi Persid tidak terlihat. "Yayasan adalah representasi kemandirian. Yayasan harus bisa menghidupi Persid. Saya menilai, Yayasan tidak akan bisa menghidupi Persid," kata Agus.

Setelah Yayasan Persid Jember bubar, pengurus akan mengembalikan kewenangan kepemilikan dan pengelolaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Agus menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab bagaimana masa depan Persid.

Jika ternyata Yayasan Persid Jember menolak membubarkan diri dan Persid tidak diserahkan kepada Pemkab? "Saya akan mendirikan yayasan baru dengan sama-sama menggunakan nama Persid. Mungkin Yayasan Persid Jember Indonesia. Saya dan teman-teman sudah omong-omong dengan orang yang berkompeten untuk menghidupi Persid," jelas Agus.

Agus tidak mau membuka nama-nama susunan keanggotaan dan pengurus yayasan tersebut. Ia berjanji akan merangkul sebagian pengurus yayasan yang lama untuk bergabung. Namun ia tetap berharap ini menjadi opsi terakhir, karena opsi pertama adalah menyerahkan Persid kepada pemerintah daerah setempat.

Agus ingin agar sebelum kompetisi Liga 3 selesai sudah ada kejelasan mengenai status kepemilikan Persid oleh Pemkab Jember ini. "Agar ke depan siapa yang akan mengelola Persid sudah ada kejelasan. Kalau diserahkan kepada Pemkab, Persid akan berada di bawah proteksi Pemkab sehingga tidak ada individu yang membawa Persid ke mana-mana. Semua berada di bawah pengawasan Pemkab Jember. Terserah Pemkab bagaimana soal lebih baiknya Persid," katanya. [wir]

Komentar

?>