Minggu, 18 Nopember 2018

Aremania Nilai Wasit dan Gas Air Mata Biang Keladi Kerusuhan di Kanjuruhan

Senin, 16 April 2018 15:51:19 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Aremania Nilai Wasit dan Gas Air Mata Biang Keladi Kerusuhan di Kanjuruhan

Malang (beritajatim.com) - Kerusuhan terjadi dalam laga Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018) kemarin. Kerusuhan terjadi saat memasuki menit 90, ribuan Aremania menyerbu lapangan.

Salah satu pentolan Aremania, Cak No, penabuh bas drum Aremania mengatakan kepemimpinan wasit Handri Kristanto membuat Aremania kecewa. Beberapa keputusan dinilai tidak fair.

"Pertandingan dengan tensi tinggi seharusnya dipimpin wasit yang profesional. Ada pelanggaran dibiarkan sampai Persib cetak gol, keputusan wasit juga mempengaruhi emosi suporter," kata Cak No, Senin (16/4/2018).

Penyebab kedua adakah reaksional pihak keamanan lokal atau match steward. Cak No menilai penanganan match steward terhadap Aremania diluar prosedur. Match Steward dianggap berlebihan saat mengamankan Aremania. "Dengan suasana panas seperti itu seharusnya match steward tidak menangkap Aremania yang masih di pinggir lapangan," ucap Cak No.

Aremania juga menyayangkan tembakan gas air mata yang dilakukan polisi ke arah tribun penonton. Akibatnya ratusan Aremania pingsan tidak sadarkan diri karena menghirup gas air mata.

"Gas air mata yang ditembak ke tribun, itu yang membuat Aremania marah. Karena banyak suporter yang bergelimpangan terkena gas air mata. Itu jelas salah prosedur," papar Cak No.

Penyebab ketiga adalah performa tim. Arema FC dinilai bermain tanpa karakter. Performa buruk di empat laga awal Liga 1 membuat Aremania kecewa dengan menuntut evaluasi untuk Arema.

"Semua bisa menganalisa permainan Arema selama Liga 1 seperti apa. Harus ada evaluasi, harus ada perkembangan. Suporter jangan dijadikan kambing hitam," tandasnya. (luc/kun)

Tag : aremania arema

Komentar

?>