Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kalah Uji Coba, Pengaruhi Mental Pemain Persid Jember

Kamis, 22 Maret 2018 17:39:24 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kalah Uji Coba, Pengaruhi Mental Pemain Persid Jember

Jember (beritajatim.com) - Dua kali kekalahan dan satu hasil imbang dalam uji coba melawan klub daerah lain bisa mengganggu mental para pemain Persid, klub sepak bola asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, jelang kompetisi Liga 3.

"Pasti berpengaruh pada mental. Saya kembalikan, karena agenda sudah dibuat, mau tidak mau kami harus bertanding dengan situasi tim yang masih belum sepenuhnya solid. Masih ada celah-celah, banyak evaluasi, ada pekerjaan rumah, kesalahan-kesalahan dasar seperti salah passing, crossing, atau finishing yang masih kurang. Kami dituntut optimal dalam sebulan itu sulit," kata Pelatih Persid Steven Keltjes.

Apalagi saat ini Persid diperkuat anak-anak muda yang minim pengalaman. Mereka mudah grogi bermain di depan ribuan orang dan di atas stadion yang bagus.

Persid bermain imbang 1-1 melawan Madura FC Batumarmar di kandang sendiri dan kalah 1-3 dari Semeru FC di Lumajang. Edisi kekalahan terbaru adalah saat melawan sesama klub Liga 3 dari Kabupaten Situbondo, PSSS, dengan skor 1-3 di Stadion Jember Sport Garden. Padahal dalam dua kali pertandingan musim lalu, kandang dan tandang, Persid dan PSSS selalu bermain imbang.

Steven mengakui persiapan timnya menghadapi Liga 3 sangat kurang. "Tahu-tahu kami sudah diagendakan melawan tim-tim yang berat. Ini jadi masalah buat kami," katanya.

"Kami dituntut untuk beruji coba melawan tim-tim yang sudah jadi. Seharusnya kan dari awal bertahap, dari tim yang kecil dulu lalu sedang. Kalau oke, siap, kami baru melawan tim yang kuat. Tapi kami sudah dituntut melawan tim seperti Semeru FC dan PSSS. Saya akhirnya mengoptimalkan situasi yang ada," kata Steven.

Steven dituntut untuk menciptakan tim yang solid dalam waktu singkat. "Kami bikin materi program langsung dirangkum tidak sampai sebulan. Kemarin latihan seminggu tiga kali. Baru minggu-minggu ini kami berlatih full pagi dan sore," katanya.

"Tapi tidak apa-apa. Semua butuh proses. Lebih baik kalah di uji coba daripada kalah dalam pertandingan sebenarnya," tambah Steven. [wir]

Tag : persid

Komentar

?>