Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Yayasan Persid Jember Bisa Bubar Pada Masa Mendatang

Minggu, 25 Februari 2018 19:17:30 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
 Yayasan Persid Jember Bisa Bubar Pada Masa Mendatang
Pembina Yayasan Persid Jember Miftahul Ulum

Jember (beritajatim.com) - Yayasan Persid Jember sebagai badan hukum yang menaungi klub sepak bola Kabupaten Jember, Jawa Timur, Persid, bisa saja bubar pada masa mendatang dan ada pembentukan badan hukum baru.

Pembina Yayasan Persid Jember Miftahul Ulum mengatakan, semua tergantung anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang akan dibenahi. "Pintu utamanya AD/ART, tapi belum sepenuhnya sesuai peraturan dan perundang-undangan. Setelah disempurnakan, baru dilihat. Kalau sudah betul sesuai undang-undang, tidak akan ribut," katanya.

"Kami akan evaluasi apakah kemudian dibubarkan atau dibenahi. Karena memang ada banyak hal yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga belum mengacu undang-undang tentang yayasan. Contohnya masa kepengurusan yayasan tidak dibatasi. Padahal di undang-undang jelas dibatasi lima tahun," kata Ulum.

Ulum sudah bersepakat dengan Suparno untuk mempelajari AD dan ART Yayasan Persid Jember. "Nanti kami sesuaikan dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada. Ini akan melibatkan banyak pihak. Terbuka, begitu kami kaji dan minta bantuan para ahli. Setelah terbentuk draft, kami floor-kan kepada yang berkepentingan dengan Persid," katanya.

Yayasan Persid Jember dibentuk pada 2011 sebagai bagian dari upaya menyikapi regulasi PSSI yang mengharuskan klub di level kompetisi profesional memiliki badan hukum. Ada lima pendiri Yayasan Persid Jember yang mewakili lima unsur, yakni Miftahul Ulum (DPRD Jember), Suparno (Pemkab Jember), Sirajuddin (Askab PSSI Jember), Wagino (KONI), dan Sunardi (Persid).

Setelah Persid terdegradasi ke level amatir, pertanyaan terkait relevansi yayasan mengemuka. Ada wacana pembubaran yayasan, terutama setelah muncul dualisme tim yang akan ikut Liga 3 tahun ini. Namun akhirnya dualisme berhasil diselesaikan tanpa harus membubarkan yayasan. [wir/ted]

Komentar

?>