Rabu, 21 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Kontroversi Realisasi Hibah KONI

Soal Pencairan Hibah KONI, OJK: Silakan Lapor Kami!

Selasa, 23 Januari 2018 23:06:33 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Soal Pencairan Hibah KONI, OJK: Silakan Lapor Kami!

Jember (beritajatim.com) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Mulyadi mempersilakan siapapun untuk melaporkan persoalan prosedur realisasi hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) jika ada pemblokiran oleh perbankan.

Hal ini disampaikan Mulyadi, dalam rapat dengar pendapat dengan pimpinan DPRD Jember, KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), di gedung parlemen, Selasa (23/1/2018).

"Apa yang saya jelaskan berlaku umum: rekening bisa diblokir oleh penegak hukum tanpa harus persetujuan OJK. Statusnya (pemilik rekening) tersangka atau terdakwa. Kalau belum, harus ada izin dari kami, karena itu ranah kerahasiaan bank." kata Mulyadi.

OJK belum bisa bertindak tanpa laporan dari masyarakat. "Kami bukannya tidak mau proaktif, tapi kami harus memegang praduga tak bersalah dan lengkap dokumennya," kata Mulyadi.

Mulyadi berjanji akan bertindak profesional saat ada laporan. "Kalau dilakukan tanpa prosedur, perbankan kami sikat," katanya. OJK hanya akan berurusan dengan perbankan dan tidak akan masuk ke dalam aturan main Pemerintah Kabupaten Jember.

Mulyadi mengingatkan, bahwa rekening bank adalah ranah nasabah. "Intinya rekening itu kantong kita. Mau kita apakan, terserah kita. Tapi ketika ada perjanjian dengan yang lain, itu yang membatasi," katanya, mencontohkan perjanjian akad kredit.

Jika sudah ada laporan, OJK akan melakukan pengecekan prosedur ke bank. "Kalau prosedur dilanggar, kami akan ambil sanksi kepada bank, karena yang berbuat pemblokiran adalah bank," kata Mulyadi. Ia meminta kepada pelapor untuk menyampaikan dokumen.

KONI Jember mendapat dana hibah Rp 2,049 miliar dari APBD 2017. BPKAD menyebut KONI sudah memenuhi persyaratan berupa pakta integritas, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), dan permohonan pencairan dari organisasi perangkat daerah (OPD) verifikator yang sudah disetujui bupati pada 28 Desember 2017. Uang itu masuk ke rekening KONI di Bank Jatim pada 29 Desember 2017. Validasi dari Bank Jatim masuk pada 30 Desember 2017.

Namun kendati sudah memenuhi syarat pencairan dana hibah, ternyata pengurus KONI menghadapi kerumitan prosedur saat hendak mengambil uang itu dari rekening mereka di Bank Jatim. Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Jember Moh. Sholeh mengatakan, pengurus tak punya kewenangan sepenuhnya untuk mencairkan dana tersebut.

Lazimnya, dana hibah sudah diterima penerima sebelum tahun anggaran berakhir. Begitu diterima, dana hibah ini dipergunakan untuk honor atlet, pelatih, ofisial, operasional KONI, maupun mendanai kegiatan semua organisasi cabang olahraga dan baru kemudian dipertanggungjawabkan secara resmi.

Namun karena Pemerintah Kabupaten Jember baru meletakkan dana hibah itu di rekening KONI di Bank Jatim pada akhir Desember 2017 menjelang tutup tahun anggaran, maka pencairannya baru bisa dilakukan oleh KONI pada Januari 2018. Itu pun masih diperlukan 81 tahap untuk mengambil dana itu dari rekening. Pencairan seperti ini membutuhkan sejumlah persyaratan administrasi. Selama persyaratan itu belum terpenuhi lengkap, maka dana hibah tak bisa diambil dari rekening KONI di Bank Jatim atau terblokir.

"KONI bisa mencairkan ketika mengusulkan (program atau kegiatan) kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), lalu Dispora merekomendasi kepada Bank Jatim, baru kunci bisa dibukan untuk mencairkan. Jadi sebenarnya tidak ada gunanya ketika uang hibah itu masuk ke rekening KONI, tapi KONI tak punya kewenangan membuka (mencairkannya)," katanya. [wir/suf]

Tag : koni

Komentar

?>