Jum'at, 17 Agustus 2018

Dana Hibah untuk KONI dan Persid Jember Terblokir, Selama ...

Kamis, 11 Januari 2018 23:03:42 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Dana Hibah untuk KONI dan Persid Jember Terblokir, Selama ...

Jember (beritajatim.com) - Anggaran hibah dari APBD 2017 untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan klub sepak bola Persid sudah ditransfer ke rekening masing-masing oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun anggaran itu masih terblokir.

Anggaran itu sudah cair sebelum tahun anggaran berakhir di ujung Desember 2017. KONI mendapat hibah Rp 2,047 miliar dan Persid menerima Rp 841 juta. "Sudah dicairkan ke rekening mereka," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember Dedi M. Nurahmadi, Kamis (11/1/2018).

Namun untuk bisa mengambil uang tersebut, KONI dan Persid harus memenuhi kewajiban menyerahkan surat pertanggungjawaban dan buku rekening milik pihak-pihak yang menerima penyaluran dana hibah tersebut. "Misalkan honor bagi pemain, kami harapkan bisa langsung masuk ke rekening pemain, honor pelatih masuk ke rekening pelatih," kata Dedi.

Menurut Dedi, harus ada bukti bahwa dana hibah itu benar-benar masuk ke rekening pemain, pelatih, maupun pihak yang berhak menerima. "Saya berharap hari ini bisa ada penyerahan (rekening dan surat pertanggungjawaban). Kami sudah daftarkan kok untuk pemain. Jadi nanti tinggal transfer (honor) ke rekening pemain," katanya.

Namun Dispora belum menerima surat pertanggungjawaban Persid dan KONI. "Kami sudah memberikan surat kepada mereka agar segera merealisasikan. Kalau dananya kan sudah ditransfer ke rekening KONI dan Persid," kata Dedi.

Dalam hal ini, Persid dan KONI hanya menyalurkan anggaran itu kepada atlet, pelatih, ofisial, dan pihak-pihak yang berhak. "Nanti surat pertanggungjawaban itu harus ada tanda tangan mereka (pihak penerima hibah) dalam laporan, dan dibuktikan dengan rekening yang sudah mereka terima," kata Dedi.

"Pada intinya dana tersebut sudah dicairkan. Hanya untuk menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, harus disertai bukti-bukti kongrit," tambah Dedi.

Dedi ingin agar ada kepastian bahwa dana tersebut sudah benar-benar sampai ke pihak yang berhak. "Kita sama-sama menjaga," katanya.

Selama itu belum dilakukan pengurus KONI dan Persid, maka dana hibah tersebut terblokir di rekening masing-masing organisasi? "Iya. Saya pikir kalau memang (serius) itu gampang. Yang penting ada bukti kongritnya, itu sudah selesai," kata Dedi.

Ada batas waktu realisasi? "Sementara ini belum. Tapi kan kasihan mereka yang punya hak menerima akan menunggu," kata Dedi. [wir/suf]

Komentar

?>