Selasa, 18 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Dijual Rp 2,5 M, Jember United Didekati Pembeli

Kamis, 11 Januari 2018 14:43:18 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Dijual Rp 2,5 M, Jember United Didekati Pembeli

Jember (beritajatim.com) - Klub sepak bola Liga 3 asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jember United akan dilego Rp 2,5 miliar. Ada yang sudah berancang-ancang membeli.

"Tapi ditunggu saja dan kesepakatan harganya bagaimana. Sampai hari ini kami terus jajaki. Ada orang Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, dan Bondowoso," kata Ketua Umum Jember United Sirajuddin. 

Menjual klub berjuluk Flying Eagles itu merupakan opsi terakhir agar tetap bisa eksis dalam persepakbolaan nasional.

Menurut Sirajuddin, Jember United masih menanggung beban Rp 725 juta untuk biaya operasional. Ia memikirkan cara untuk menutup beban tersebut, terutama setelah bantuan dari APBD Jember 2017 tidak terealisasi. "Ini menimbulkan beban pada pengurus," katanya.

Ada kemungkinan pindah kandang? "Ya tidak masalah, karena situasinya tidak memungkinkan. Kalau harganya cocok Rp 2,5 miliar, kami akan lepas. Tapi kalau tawaran harga di bawah itu, ya eman (sayang)," kata Sirajuddin. 

Namun Sirajuddin juga masih memikirkan Jember United kemungkinan bertahan demi persepakbolaan Jember. Namun ini juga tergantung dari kondisi dua klub amatir Liga 3 lainnya, yakni Putra Ijen dan Samudera Indonesia. Dua klub itu bisa jadi akan dibubarkan atau dilego ke investor. "Jika Samudera Indonesia dan Putra Ijen laku dijual, maka Jember United akan dipertahankan," katanya.

Sebaliknya, jika Jember United laku, maka klub amatir yang akan bertahan adalah Samudera Indonesia agar tetap di Kabupaten Jember. Menurut Sirajuddin, tetap harus ada klub sepak bola selain Persid Jember. "Karena tidak cukup kalau hanya Persid untuk membina pemain-pemain muda. Kebutuhan satu klub hanya 20 orang pemain," katanya. Sementara di Jember ada banyak pemain berbakat.

Jember United berdiri pada 10 November 2010. Selama ini mereka berstatus sebagai klub amatir dan mendapat bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Jember. Selama berkiprah, klub berjuluk Flying Eagle ini sudah mengirimkan beberapa pemain untuk memperkuat tim nasional, seperti Sabeq Fahmi Fahrezy dan Paulo Sitanggang.

Prestasi puncak Jember United adalah juara Piala Suratin 2014. Mereka mengalahkan Persis Solo 3-1 dalam pertandingan final di Sidoarjo. Tahun ini, Jember United tidak menerima bantuan dari APBD. Tim ini berkompetisi di tengah keterbatasan dana. 

Sirajuddin mengaku harus menanggung beban Rp 725 juta untuk membiayai tim selama mengikuti beberapa turnamen pada 2017. Jember United menjadi juara kedua Piala Kemenpora Jatim, empat besar Liga Nasional U15, dan mengirimkan 20 pemain untuk mengikui seleksi tim nasional U16 dan U19. [wir/yed]

Komentar

?>