Rabu, 17 Januari 2018

Tanpa APBD, Jember United Tanggung Biaya Rp 725 Juta

Senin, 08 Januari 2018 20:36:21 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tanpa APBD, Jember United Tanggung Biaya Rp 725 Juta

Jember (beritajatim.com) - Jember United Football Club, klub sepak bola amatir Liga 3 asal Kabupaten Jember, Jawa Timur menanggung beban biaya ratusan juta rupiah, menyusul tidak direalisasikannya dana hibah APBD 2017 oleh pemerintah daerah.

"Kami menanggung beban biaya Rp 725 juta," kata ketua sekaligus manajer klub, Sirajuddin. Uang sebanyak itu untuk mengikuti kompetisi Piala KONI di Jakarta, Piala Kemenpora RI U16, Piala Soeratin U17, Liga Nasional U15, pengiriman pemain untuk seleksi tim nasional U16 dan U19 sebanyak 20 orang, pengiriman pemain untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional, persiapan Liga 3 selama tiga bulan, sewa mess, hotel, uang saku pemain, katering, sewa kendaraan tur dan operasional Januari sampai Oktober 2017 untuk delapan jenis kegiatan.

Selain itu, klub masih harus mengeluarkan dana untuk biaya sewa lapangan dan pemusatan latihan Januari sampai Oktober 2017. "Kami legawa (berbesar hati) anggaran tidak dicairkan. Kami ikhlas, karena sudah melaksanakan kewajiban dan kami akan berusaha lebih sabar lagi dengan tidak demo dan protes. Dua tahun ini Jember United menghadapi ujian dan harus berlatih kesabaran. Kami yakin pasti indah pada waktunya," kata Sirajuddin.

Jember United punya reputasi bagus di tingkat nasional dan beberapa kali berhasil mengangkat nama Jember di panggung sepak bola. Klub berjuluk The Flying Eagles ini pernah menjadi juara nasional Piala Suratin 2014. Tahun ini kendati tidak mendapat sokongan dana dari APBD, Jember United masih bisa menjadi juara kedua Piala Kemenpora Jatim, empat besar Liga Nasional U15, dan mengirimkan 20 pemain untuk mengikui seleksi tim nasional U16 dan U19.

"Bahkan dua orang pemain Jember United, Juliano dan Gunasar tergabung dalam Timnas U19 dan berangkat ke China. Kami berterima kasih kepada Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief dan Pemkab Jember atas dukungan moralnya walau tidak ada dana turun, Kapolres, Dandim, Danbrigif, Komandan Secaba, pimpinan DPRD, ketua KONI, dan banyak pihak." kata Sirajuddin.

"Kerja keras butuh kerelaan, pengorbanan, keihlasan, dan kesabaran, serta tetap Istikomah dalam membangun sepakbola Jember dan Indonesia," tambah Sirajuddin. [wir/ted] 

Komentar

?>