Jum'at, 15 Desember 2017

Catatan Akhir Tahun

Jangan Sampai Gresik Tidak Punya Tim Sepak Bola

Minggu, 03 Desember 2017 21:31:53 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Jangan Sampai Gresik Tidak Punya Tim Sepak Bola

Gresik (beritajatim.com) - Sebuah kalimat 'Jangan Sampai Gresik Tidak Punya Tim Sepak bola' meluncur saat ratusan supporter Ultrasmania, berkumpul dalam rangka merayakan berdirinya klub sepak bola Gresik United (GU) yang ke 12 di kompleks Stadion Gelora Joko Samudro (GJS).

Kekuatiran itu masih membekas sebab, pasca Persegres terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2 dan menjadi tim paling subur kebobolan.

Yakni, 104 gol selama mengarungi kompetisi Liga 1 membuat para supporter, dan penggiat sepak bola menjadi gundah gulana.

Pasalnya, sampai saat ini manajemen yang mengelolah dengan bendera PT Persegres Joko Samudro belum melakukan aksi apapun.

Ironisnya lagi, tagihan gaji pemain, maupun pelatih yang tertunggak selama tiga bulan hingga sekarang belum ada kabarnya.

Kekuatiran Gresik tanpa sepak bola nyaris terjadi pada 12 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2005. Waktu itu, klub galatama Petrokimia Putra galatama yang disponsori oleh pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik menyatakan membubarkan diri dari hiruk-pikuk sepak bola. Padahal, prestasi mentereng pernah ditorehkan oleh Petrokimia Putra. Salah satunya adalah menjuarai kompetisi Liga Nasional pada tahun 2002.

Karena bubar, Gresik pada waktu itu masih memiliki Persegres yang berlaga di kompetisi divisi dua prestasinya masih adem-ayem.

Kuatir hingar bingar euforia sepak bola Gresik yang pernah jaya di tingkat nasional. Sejumlah tokoh sepak bola seperti Mujiyono (almarhum) mantan Ketua PSSI Pengcab Gresik serta Ali Muchid Manager Persegres, dan Imam Supardi mantan Manajer Petrokimia Putra ditambah beberapa pengurus Ultrasmania berkumpul dan sepakat melakukan merger Petrokimia Putra dan Persegres menjadi Gresik United (GU) yang kalau itu masih diperbolehkan dikelolah oleh pemerintah kabupaten (Pemkab).

Keberadaan GU sebagai pengganti dua klub yang berbeda direspon positif oleh masyarakat Gresik yang gemar bola. Bahkan, untuk membuat logo klub pengurus melakukan sayembara yang diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, saat mengikuti kompetisi divisi utama di tahun 2011. GU kala itu, berhasil masuk di babak delapan besar divisi utama. Namun, sayang GU yang saat itu ditangani pelatih Sanusi Rachman gagal lolos ke babak semifinal.

Kendati gagal lolos, GU akhirnya bisa mencicipi kompetisi kasta tertinggi yaitu Indonesia Super League (ISL) di musim 2011-2012 menggantikan posisi Persiraja Banda Aceh yang dianggap tidak lolos verifikasi yang ditentukan oleh PSSI meski lolos ke babak semifinal. Mendapat slot gratis di kompetisi ISL, sejumlah supporter dan penggiat bola Gresik berharap bisa menorehkan prestasi. Namun, bukan prestasi yang didapat melainkan malah terpuruk. GU yang diganti nama dengan Persegres serta logo baru serta manajemen baru yang dikomandani anak kedua Bupati Gresik, Thoriq Majjidanor hanya menduduki peringkat ke 15 dari 18 tim yang berlaga.

Gonta-ganti pelatih mulai dari Fredy Mulli, Abdul Rahman Gurning hingga Djoko Susilo prestasi Persegres saat itu belum bisa dibanggakan. Memasuki musim kompetisi ISL musim 2012-2013, prestasi sepak bola Kota Gresik sedikit berbangga. Dibawah komando pelatih Widodo C.Putro, mampu bertengger di papan tengah tepatnya di urutan ke 9. Mengarungi kompetisi di musim 2013-2014 yang dibagi dua wilayah yakni timur dan barat. Persegres berada di urutan ke 9 yang diikuti 11 tim dengan nahkoda pelatih asal Argentina Alfredo Angel Vera.

Saat mengikuti kompetisi musim 2014-2015 , terjadi kisruh di kepengurusan PSSI yang berdampak pada pelarangan perhelatan sepak bola oleh pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Imam Nahrawi. Padahal, prestasi Persegres kala itu ditangani pelatih Liestiadi mampu bertengger di papan atau urutan pertama atas meski hanya memainkan 3 laga.

Buruknya pretasi Persegres saat mengikuti turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) di tahun 2016 tanpa degradasi. ISC dijadikan sebagai kompetisi darurat selama masa sanksi pembekuan berlangsung. Tak hanya klub ISL saja yang turut serta, namun klub-klub divisi utama dan amatir juga turut serta. Kepengelolaan ISC yang dipegang PT Gelora Trisula Semesta (GTS) dirancang secara profesional dan diniatkan untuk menjadi patokan ISL musim 2017 mendatang. Di turnamen tersebut, Persegres nangkring di posisi ke 17 dari 18 tim yang berlaga.

Tanda-tanda keterpurukan Persegres sudah terlihat sewaktu mempersiapkan tim mengikuti kompetisi resmi Liga 1 (pengganti ISL). Dengan modal tanpa sponsor utama, manajemen Persegres mencoba merekrut sejumlah pemain dari klub divisi utama dan beberapa pemain asing. Hasilnya, di laga away tampil lumayan karena mampu menahan imbang tuan rumah Persipura Jayapura 1-1. Di laga berikutnya saat menjamu Semen Padang dikandang sendiri. Tim asuhan Hanafi itu malah tumbang 1-3. Di laga selanjutnya, Persegres sepertinya tidak bernyali dan kerap menelan kekalahan. Hingga kompetisi Liga 1 berakhir, tim tersebut ironis sekali berada di urutan paling bawah dan kebobolan hingga 104 gol dan menjadi rekor tersendiri di kancah sepak bola nasional.

"Saya berharap meski saat ini sepak bola Gresik sedang terpuruk Ultrasmania dan penggiat sepak bola tetap semangat dan jangan kendor memberi dukungan," ujar Ali Muchid salah satu penggiat bola asal Gresik, Minggu (3/12/2017).

Hal senada juga dikemukan oleh Penasehat Ultrasmania H.Mulyadi yang mengemukan meski saat ini manajemen Persegres terkesan adem-ayem. Pihaknya tetap terus berupaya melakukan komunikasi dengan berbagai cara. Langkah ini diambil demi menyelamatkan sepak bola Gresik di musim mendatang.

"Kalau perlu kami mengirim surat resmi ke manajemen agar ada respon. Bila surat resmi tidak ditanggapi kami mengirim surat ke PSSI dan pengelolah kompetisi yakni PT Liga Indonesia Baru supaya ada solusi. Sebab, bagi kami sepak bola ada sarana hiburan buat masyarakat. Apalagi Gresik punya stadion yang megah tapi kuatir di musim depan tidak klub sepak bolanya," tandasnya. [dny/ted]

Tag : persegres

Komentar

?>