Rabu, 22 Nopember 2017

Askab PSSI Jember Minta Kelola Galadesa

Senin, 06 Nopember 2017 19:06:01 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Askab PSSI Jember Minta Kelola Galadesa

Jember (beritajatim.com) - Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember Sutikno menyatakan tidak pernah tahu ada rencana kegiatan kompetisi liga sepak bola desa (galadesa) tahun ini. Anggaran Rp 300 juta dari Perubahan APBD Kabupaten Jember, Jawa Timur, rencananya akan digunakan untuk menggelar kompetisi internal PSSI.

"Pertama, kompetisi merupakan kewajiban PSSI sesuai AD/ART. Kedua, karena dari hasil kompetisi, kita bisa menelurkan pemain-pemain yang bagus," kata Sutikno, saat bertemu dengan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember Dedi M. Nurahmadi, di kantor dinas tersebut, Senin (6/11/2017).  

Rencana Pemkab Jember ini membikin Sutikno bingung, karena sejak awal Askab berkomunikasi dengan Dispora, sama sekali tidak terlontar adanya galadesa. Jika dilaksanakan, maka galadesa berpotensi tumpang tindih dengan program kompetisi internal yang dijadwalkan Askab.

Dedi mengatakan, galadesa adalah program Bupati Faida. "Kami ingin melaksanakan program bupati. Yang paling pas, untuk galadesa dengan kompetisi itu, yang menyelenggarakan adalah Dinas Kepemudaan dan Olahraga dengan Askab," katanya.

"Galadesa itu adalah keputusan bupati yang menginginkan kegiatan persepakbolaan dari pinggiran. Bupati sebenarnya mengharapkan setiap desa (dari 248 desa) mengirim tim untuk ikut. Tapi tidak mungkin waktunya karena terbatas. Maksimal kita hanya punya waktu satu bulan," kata Dedi.

Sutikno akhirnya bisa menerima galadesa sebagai sebuah istilah. "Tapi tetap (anggaran) itu akan kami programkan untuk kompetisi. Toh kami tidak mendapat anggaran langsung Rp 300 juta. Tolong kepengurusan (kepanitiaan) di lapangan, semua dari Askab, karena dengan anggaran segitu, cukup atau tidak, mereka yang tahu. Toh sudah ada pendampingan (dari Dispora)," katanya.

Sutikno mengatakan, kepanitiaan kompetisi internal sudah terbentuk di Askab dan tinggal bergerak. Namun Dedi mengatakan, struktur kepanitiaan berdasarkan DPA (Dokumen Pembiayaan Anggaran) karena anggaran tersebut merupakan bagian dari program dinas bukan dana hibah.

"Proses laporan pertanggungjawabannya adalah orang dinas. Kalau sudah masuk struktur kepanitiaan berkenaan dengan hak, terkait honor. Kalau di luar kepanitiaan itu, kami kesulitan," kata Dedi. Honor kepanitiaan pun harus dipertanggungjawabkan dan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan.

Dengan kata lain, tidak semua anggota kepanitiaan Askab PSSI Jember bisa terlibat. "Bagaimana mengakomodir teman-teman yang tidak terlibat? Ya mungkin dalam kepanitiaan yang lain," kata Dedi.

Namun Sutikno bersikukuh agar kepanitiaan yang dibentuk Askab tidak dirombak lagi. "Nanti bingung," katanya. Dispora akhirnya meminta data kepanitiaan kepada Sutikno.

Anggota Komisi Eksekutif Askab PSSI Jember Bidang Kompetisi Denny Aryanto mengatakan, jumlah anggota klub internal sudah mencukupi untuk berkompetisi dalam galadesa. "Di Divisi Utama, ada 13 klub, Divisi I 19 klub, Divisi II 24 klub, Divisi III 20 klub," katanya. [wir/kun]

Tag : pssi jember

Komentar

?>