Selasa, 21 Nopember 2017

Babat OKU Timur 7-0, Persid Lolos Perempat Final Piala Suratin

Minggu, 22 Oktober 2017 20:34:47 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Babat OKU Timur 7-0, Persid Lolos Perempat Final Piala Suratin

Jember (beritajatim.com) - Ibarat mesin diesel, Persid Jember U17 kian hari kian panas. Anak-anak asuhan Fachmi Amiruddin ini berhasil lolos ke perempat final Piala Suratin, setelah mencukur habis PS Ogan Komering Ulu (Oku) Timur, Sumatera Selatan, 7-0 (2-0), di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, Minggu (22/10/2017).

Tujuh gol Persid dicetak Martin Reyler Watumlawar pada menit 24, Titan Agung Bagus Fawwazi pada menit 31 dan 56, Airlangga Mutamma Siqdina pada menit 47, Hairul Umam pada menit 67, Richard Arbed Anderson pada menit 76, dan Andhika pada menit 81.

Di babak perempat final, Persid akan menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (23/10/2017). PSS lolos ke perempat final setelah mengalahkan Sambas 3-0.

Persid memainkan skema 4-3-3. Para pemain diinstruksikan bermain lugas dan ofensif sejak babak pertama dan tak takut membawa bola. "Oku sudah saya amati, banyak kelemahan," kata Fachmi, usai pertandingan.

Dalam pertandingan tadi, penyerang Muhammad Rifki Rizal ditempatkan menjadi bek sayap kiri menggantikan Abdul Halid yang cedera. Kebetulan Rifki adalah pemain serba bisa, dan saat bermain di Liga Santri 2015 biasa beroperasi di posisi bek sayap kiri. Sementara itu trisula yang menggedor pertahanan Oku adalah Titan, Andhika, dan Hairul.

Sementara itu, Richard dimainkan tidak lagi sebagai pembagi bola. Dia diposisikan sebagai penyerang lubang di belakang tiga trisula. Jadi dalam praktiknya, Persid bermain dengan empat penyerang. "Kami ingin dorong Richard jadi top scorer," kata Fachmi.

Begitu Richard didorong menjadi penyerang lubang, dua gelandang Ardhan Fikri Fauzy dan Moh. Hunalfi Azizi Hidayatullah ditugaskan beroperasi menjadi pembagi bola sekaligus penahan serangan lawan di lini tengah. Mereka bekerja keras, karena Richard tak banyak turun ke tengah. Sayang,

Richard hanya berhasil mencetak satu gol. Seharusnya dia bisa mencetak tiga gol. Namun dua peluang emas disia-siakan. "Dia lagi off day," kata Fachmi.

Sepanjang pertandingan, pemain Oku praktis tak berkutik menghadapi gaya main Persid yang cepat  memainkan satu dua sentuhan. Para pemain Persid memang diwajibkan mencuri gol cepat. Fachmi tak ingin Persid tertinggal 0-2 lebih dulu seperti saat melawan Penajam Utara di Grup B. Saat itu, para pemain takut menghadapi gaya main lawan yang keras, sehingga memainkan 'direct football' bukan skema menyerang bola dari kaki ke kaki. Ini mengakibatkan bola sering hilang waktu melawan Penajam Utara. "Sepak bola itu proses untuk terjadi gol. Satu dua sentuhan cepat ke depan," kata Fachmi.

Oku Timur sebenarnya mendapat peluang mencetak dua gol balasan melalui titik penalti setelah tertinggal tujuh gol. Satu hadiah penalti diperoleh karena tangan salah satu pemain Persid menyentuh bola di kotak terlarang dan satu lagi karena Airlangga melakukan pelanggaran. Namun dua peluang emas itu gagal dimanfaatkan, setelah bola terkena mistar gawang dan satu lagi melebar. "Mental mereka sudah down," kata Manajer Persid U17 Sutikno.

Namun dua hadiah penalti ini menjadi catatan bagi Fachmi. "Saya sering peringatkan Airlangga. Dua gol Penajam Utara terjadi dari luar kotak penalti, karena dia sering terlambat mengambil bola sehingga terjadi benturan dengan pemain lawan. Saya sering ingatkan agar hati-hati. Tadi pelanggaran tidak keras sebenarnya, tapi lawan jatuh di kotak penalti," katanya. [wir/ted]

Komentar

?>