Sabtu, 18 Nopember 2017

Kisruh Sepak Bola dalam Sepekan

Menpora Ancam Intervensi Lagi Sepak Bola, Jika..

Minggu, 15 Oktober 2017 11:20:39 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Menpora Ancam Intervensi Lagi Sepak Bola, Jika..

Malang (beritajatim.com) - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, kecewa atas kericuhan yang terjadi dalam waktu sepekan  terakhir di sepak bola nasional. Imam Nahrawi memandang reformasi yang ia gulirkan belum berjalan.

Dimulai dari kericuhan di Jawa Timur, keributan antara supoter sepakbola dengan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Minggu (1/10/2017) dini hari, mengakibatkan Muhammad Anis (22) warga Simo Pomahan, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal dan Aris Eko Ristanto (25) asal Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepoh Baru, Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia.

Kemudian play off khusus Liga 2 antara Persewangi Banyuwangi melawan PSBK Blitar di Stadion Kanjuruhan, Selasa (10/10/2017) diwarnai aksi saling jotos kedua tim. Berselang sehari, bentrok antar suporter terjadi usai laga Persita Tanggerang melawan PSMS Medan di Stadion Cibinong, Bogor.

Banu Rusman (17) pemuda asal Tangerang Selatan meninggal dunia karena luka serius dibagian kepala. Setelah itu laga Persebaya kontra Kalteng Putra, Kamis (12/10/2017) yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Kalteng Putra. Selebrasi berlebihan pemain Kalteng Putra membuat Bonek tersulut emosi.

Emosi suporter tak terbendung. Ketika pluit pertandingan berakhir, suporter sisi utara mulai meluapkan emosinya. Menyalakan flare di tribun paling atas. Suporter juga turun ke bawah dan melempar botol, sepatu hingga sandal ke arah petugas yang berjaga.

Bahkan tak puas hanya melempar di pinggir lapangan sebelah utara, suporter mulai merangsek ke tengah lapangan. Bahkan para Bonek ini melarang awak media merekam atau memotret kejadian yang terjadi di dalam lapangan.

Terakhir adalah peristiwa memalukan saat Madura United ditahan imbang Borneo FC 1-1 di Stadion Ratu Pamelingan, Jumat (13/10/2017). Seorang oknum suporter masuk dan melancarkan tendangan ke wasit asal Iran, Hasan Akrami.

Imam Nahrawi pun meminta dengan tegas Komisi Disiplin PSSI untuk segera turun tangan menyelesaikan berbagai persoalan di Liga 2 dan Liga 1. "PSSI tidak boleh diam usut tuntas ke akar-akarnya lakukan tindakan beri sanksi yang jelas, yang benar," ujar Imam Nahrawi, di Malang, Sabtu (14/10/2017)

Imam mengancam jika reformasi tata kelola sepak bola nasional belum dilakukan bukan tidak mungkin pemerintah akan kembali campur tangan menyelesaikannya. Sebab, kericuhan yang terjadi terus berulang.

"Ini perbuatan yang terulang. Harus ditindak, biar reformasi yang saya gulirkan berguna ada manfaatnya jangan sampai pemerintah turun tangan lagi," tandas Imam. [luc/suf]

Tag : pssi

Komentar

?>