Selasa, 24 Oktober 2017

Gerindra Kembali Dorong Realisasi Hibah untuk Persid dan KONI Jember

Jum'at, 13 Oktober 2017 21:22:47 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Gerindra Kembali Dorong Realisasi Hibah untuk Persid dan KONI Jember

Jember (beritajatim.com) - Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya DPRD Jember kembali mendorong agar dana hibah APBD 2017 untuk klub Persid dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) segera direalisasikan oleh pemerintah kabupaten.

Dorongan ini muncul dalam Sidang Paripurna Pandangan Akhir Fraksi terhadap Perubahan APBD 2017, di gedung DPRD Jember, Jumat (13/10/2017). Selain itu Gerindra juga mendorong agar anggaran untuk Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) juga direalisasikan.

Juru bicara Fraksi Gerindra Alfian Andri Wijaya mengatakan, Askab PSSI Jember telah terbukti sukses menggelar even sepak bola. "Termasuknya prestasi Persid yunior yang berhasil menyabet Piala Suratin Zona Jatim beberapa waktu yang lalu," katanya.

"Dorongan dan dukungan kami kepada Persid adalah usaha nyata, bukan politisasi opini atau menjadikan komoditas politik tidak sehat," tambah Alfian.

APBD Kabupaten Jember 2017 telah menganggarkan dana hibah sebesar Rp 1 miliar untuk Persid dan Rp 4 miliar untuk KONI. Namun hingga saat ini, anggaran tersebut belum direalisasikan oleh Bupati Faida. Gara-gara dana hibah tidak direalisasikan, pemain dan ofisial Persid belum menerima gaji selama berbulan-bulan.

Dalam acara perjamuan tim Persid U17 yang telah menjadi juara kompetisi Liga Remaja Zona Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Kamis (12/10/2017), Faida mengatakan ada beberapa pola anggaran untuk mendukung dunia olahraga.

"Pola yang pertama, melalui hibah, melalui KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Pola yang kedua, melalui klub. Pemerintah sekarang sudah mengambil sikap: tidak ada bantuan untuk klub," kata Faida.

"Pola berikutnya, bantuan KONI pun tidak dicairkan langsung atas nama KONI. Walau pun atas nama KONI dibagi dalam termin-termin cabang olahraga. Sehingga yang dibantu cabornya, KONI mengorganisir. Ini pola yang kemarin, 2017. Dalam perubahan anggaran ini, kegiatan-kegiatan yang belum terakomodir dari hibah tersebut, dianggarkan melalui belanja langsung. Belanja langsung bukan hibah. Jadi yang bertanggung jawab adalah dinas yang memberikan anggaran kegiatan. Tanggung jawab administrasi di dinas, bukan pada penerima hibah," kata Faida. [wir/ted]

Tag : gerindra

Berita Terkait

    Komentar

    ?>