Rabu, 13 Desember 2017

IWJ: Info Hoax Soal Bonek dan PSHT Bukan dari Kami

Kamis, 12 Oktober 2017 17:41:57 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
IWJ: Info Hoax Soal Bonek dan PSHT Bukan dari Kami

Jember (beritajatim.com) - Grup Facebook Info Warga Jember (IWJ) menyatakan kesiapannya memerangi berita bohong (hoax) dan provokasi kebencian di media sosial. Hal ini diungkapkan dalam rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (12/10/2017).

Rapat membahas persebaran berita palsu dan provokasi, salah satunya saat pertandingan Semeru FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (4/10/2017) lalu. Rapat juga diikuti Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia.

Ketua IWJ Habib mengatakan, anggota IWJ mencapai 443 ribu dan terbentuk tiga tahun silam. "Kami punya website juga yang masih dalam proses pengembangan. Visi kami berbagi informasi bersama buat Jember dengan azas komunikatif, informatif, kreatif, dan solutif. Secara kelembagaan kami sudah legal, ini asosiasi warga. Sudah ada akta notaris dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM satu tahun lalu," katanya.

Habib mengatakan, terkait benturan Bonek dan PSHT di Jember, admin IWJ menghapus ratusan informasi palsu dan provokatif di laman grup. "(Thread) kami filter. Tapi yang berbentuk komentar, selama ini kami tak bisa memantau langsung kecuali ada warga yang lapor kepada kami," katanya. Bahkan, saat itu admin IWJ menyatakan status siaga untuk mengantisipasi info-info palsu dan provokatif.

Habib mengatakan, ada beberapa kelompok yang membentuk grup dengan nama yang sama dengan IWJ (Info Warga Jember). "Mungkin karena ketenaran IWJ, banyak yang meniru dan sampai saat ini kami masih susun untuk dilaporkan ke Facebook. Dulunya pernah kami laporkan ke Facebook tapi tidak berhasil. Info-info hoax itu di luar IWJ (asli) yang mendompleng nama IWJ. Di Facebook tak ada filterisasi nama. Jadi kami kesulitan untuk itu," katanya. [wir/but]

Komentar

?>