Selasa, 24 Oktober 2017

Liga Remaja, Persid Jember U17 Punya Mental Juara

Rabu, 11 Oktober 2017 23:07:16 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Liga Remaja, Persid Jember U17 Punya Mental Juara

Jember (beritajatim.com) - Legenda klub Barito Putra Banjarmasin Fahmi Amiruddin mengatakan, para pemain Persid U17 yang berkompetisi dalam Liga Remaja 2017 memiliki mental juara.

Ini terbukti sepanjang babak penyisihan Zona Jawa Timur hingga meraih juara. Di semifinal, Persid harus melewati perpanjangan waktu untuk bisa menekuk PSSS Situbondo 2-1. Sementara itu di babak final, tim berjuluk Macan Raung ini tertinggal 0-1 dan baru bisa menyamakan kedudukan ketika pertandingan memasuki injury time. Persid menjadi juara setelah mengalahkan PSBK Blitar melalui adu penalti.

"Pemain saya mental juaranya ada. Saat injury time babak kedua final belum menyerah. Mental bicara. Mereka seumur dengan lawan-lawan mereka. Tidak ada yang njomplang banget. Sama semua," kata Fahmi.

Selama ini, Fahmi menerapkan filosofi sepak bola menyerang di Persid. "Tidak usah takut dengan tim lawan sehingga harus bertahan. Mereka semua seumur. Saya bilang kepada anak-anak: mereka latihan, kalian latihan, mereka makan, kalian juga makan. Saya angkat mental mereka supaya tidak minder. Walau kita dari pelosok, di timur, lawannya dari kota, kita tidak ada minder," katanya.

Fahmi menyukai formasi 4-2-3-1. "Tapi saat menyerang, saya pakai 4-3-3. Kalau saya diserang, saya pakai 4-2-3-1, kami punya gelandang bertahan dua orang. Begitu saya pegang bola, pakai 4-3-3, ternyata efektif," katanya.

Fahmi mengevaluasi semua pertandingan sepanjang Zona Jatim, terutama saat pertandingan final melawan PSBK, sebagai persiapan menghadapi Liga Remaja putaran nasional. "Kemarin sebenarnya Persema dengan Persid seimbang.

Tapi kenapa kok Persema di semifinal dihajar 0-3 oleh PSBK? Saya amati, ternyata Persema pakai dua striker dan ingin tembus lewat tengah. Blitar pakai 3-5-2, berarti punya tiga pemain belakang. Sementara kami punya target man satu orang. Akhirnya kami pakai flank (sayap)," katanya.

Variasi bermain inilah yang jadi rahasia Fahmi untuk menghadapi putaran nasional. Ia bersyukur semua pemain dalam kondisi bagus. Ia mengakui sang kapten Richard Arbed jadi sentral dalam permainan Persid. "Tapi saya sering bilang: 'kalian main jangan tergantung sama Richard. Kalian bisa mengembangkan diri sendiri. Tidak usah tergantung. Saya sendiri kalau tidak ada Richard, akan pakai formasi 4-4-2. Kalau ada Richard, kami pakai formasi 4-3-3," katanya.

Richard memiliki kelemahan yang harus ditutup pemain lain. "Richard kalau bertarung di tengah masih kurang." kata Fahmi.

Selama ini Richard dilapis Azizi dan Hifni dalam formasi 4-3-3. "Kalau saya pakai 4-4-2, satu gelandang setengah mati kalau Richard tidak bekerja keras. Saya sudah hitung itu. Mudah-mudahan Richard sehat terus," kata Fahmi.

Persid beruntung memiliki Fahmi yang punya kemampuan jitu dalam mengganti pemain di tengah pertandingan. Saat tertinggal 0-1 dari PSBK Blitar di final, dengan sisa waktu tujuh menit, dia memainkan tiga penyerang dan menarik gelandang bertahan.

Arus serangan Persid bagai air bah dan berujung pada gol hasil tendangan bebas Richard. Begitu juga saat pertandingan semifinal melawan PSSS Situbondo. Dua pemain pengganti justru mencetak gol kemenangan bagi Persid. [wir/suf]

Komentar

?>