Jum'at, 15 Desember 2017

Laga PSBK Vs Persewangi Berbuntut Panjang?

Selasa, 10 Oktober 2017 23:38:57 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Laga PSBK Vs Persewangi Berbuntut Panjang?

Banyuwangi (beritajatim.com) - Kemenangan yang diraih PSBK Kota Blitar atas Persewangi FC pada laga Play Off khusus di stadion Kanjuruhan, Malang tampaknya bakal berbuntut panjang. Publik sepakbola Kota Gandrung Banyuwangi terlihat keberatan dan tak menerima hasil pertandingan yang berakhir memalukan itu.

Mereka meluapkan kekesalan itu melalui jejaring sosial pribadi maupun akun resmi milik klub Persewangi FC. Beberapa postingan yang diunggah pada medsos (media sosial) berisi penggalan video suasana pertandingan PSBK vs Persewangi yang disertai sejumlah caption yang bernada keras.

Keributan dalam pertandingan itu sebenarnya dapat diprediksi sejak sebelum laga dimulai. Awal mula, Persewangi FC yang memang telah mempersiapkan pemainnya untuk laga play off Liga 2 harus tertunda lantaran harus melakoni pertandingan ulangan melawan PSBK Kota Blitar yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos.

Padahal, di kesempatan yang sama Menejemen Persewangi juga telah melakukan technical meeting di Malang untuk melakoni laga awal menghadapi PSCS Cilacap. Namun, pertemuan itu buyar setelah PT Liga Indonesia Baru mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk Persewangi yang harus menjalani laga melawan PSBK.

Dari proses keanehan inilah, atmosfir menjelang laga semakin memanas. Tak berhenti di situ, sebenarnya, Laskar Blambangan melalui manajer Hari Wijaya telah melayangkan banding ke PSSI. Namun, hasilnya tetap tak mengubah keputusan untuk laga ulangan tersebut.

Hari Wijaya tak patah arang, perjuangan selanjutnya mengirimkan aduan kepada Badan Atbitrase Olahraga Indonesia (Baori) untuk mencari keadilan. Kiriman surat yang dilayangkan tersebut memang sudah diterima namun harus menunggu hasil sidang yang rencananya dilaksanakan pada Rabu (11/10/2017).

Hingga menjelang laga, Persewangi FC sebenarnya ingin memboikot laga tersebut. Namun, hal itu urung dilakukan lantaran hanya akan mempermudah langkah PSBK menuju play off. Sehingga pihak manajemen dan tim memutuskan untuk tetap bermain.

Hasilnya sudah dapat ditebak, pertandingan berlangsung memanas. Bahkan, tak nampak adanya arah sportif yang ditunjukkan pada laga itu. Baik Persewangi maupun PSBK bermain dengan tensi emosi yang tinggi.

Berkali-kali, pertandingan disuguhi dengan bumbu-bumbu dan aroma tak sedap dipandang. Pertandingan sepakbola yang harusnya menampilkan kombinasi, strategi, dan skill yang indah berubah layaknya prajurit di medan perang.

Ujungnya, laga harus dihentikan menit ke-83 saat PSBK sudah unggul 1-0 atas Persewangi. Permainan keras menjurus beringas sudah terlihat sejak menit kedua babak pertama dimulai. Diawali tackle keras pemain Persewangi, memancing reaksi para pemain PSBK. Baku pukul tak terelakkan hingga pertandingan harus dihentikan selama 35 menit.

Jeda pertandingan biasanya digunakan untuk menyela nafas dan mengatur strategi permainan. Tapi pada pertandingan ini berbeda, bukanya mereda, tensi permainan justru makin panas dan keras. Akibatnya, kericuhan kembali terjadi saat memasuki menit ke-14 babak pertama.

Kericuhan kali ini memaksa wasit mengeluarkan 3 kartu merah untuk kedua kesebelasan. Kartu merah juga membuat para pemain Persewangi naik pitam hingga memprotes keputusan wasit sembari membuka baju. Seperti tawuran massal, puncak kericuhan tak terhindarkan saat memasuki menit ke-86.

Pemimpin pertandingan menjadi sasaran empuk anak asuh Bagong Iswahyudi. Mereka mengejar wasit, seraya meluapkan kekesalan. Hal itu dilakukan karena keputusan wasit dianggap merugikan tim asal Banyuwangi tersebut.

Aksi ini ternyata juga diikuti oleh official tim yang sama-sama terlibat saling adu pukul. Serangan tangan liar mendarat tak terelakan ke tubuh sasaran mereka masing-masing. Polisi yang mengamankan jalanya laga dibuat kewalahan.

Pertandingan pun dihentikan dengan skor 1-0 untuk PSBK. Gol dicetak oleh Prisma Chairul Anwar. "Ini akibat kepemimpinan wasit yang tidak fair. Banyak keputusan wasit yang merugikan tim Persewangi," terang Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi, Selasa (10/10/2017) malam. [rin/suf]

Tag : persewangi

Komentar

?>