Kamis, 14 Desember 2017

PT Liga Tolak 2 Opsi, Home Base PSMP Tetap di Bumimoro

Jum'at, 29 September 2017 21:55:34 WIB
Reporter : Misti P.
PT Liga Tolak 2 Opsi, Home Base PSMP Tetap di Bumimoro

Mojokerto (beritajatim.com) - Tim PS Mojokerto Putra (PSMP) kembali akan menjalani laga home kedua babak 16 besar grup D Liga 2 menjamu Persiwa Wamena, Minggu (1/10/2017). Tim berjuluk The Lasmojo kembali memilih Lapangan Sepak Bola Jala Krida Mandala Bumimoro, Kodikal AAL, Perak, Kota Surabaya sebagai home base.

Pihak panitia pengawas pertandingan (panpel) PSMP kembali memilih Bumimoro sendiri lantaran, dua opsi yang diajukan tidak disetujui PT Liga Indonesia Baru (LIB). Stadion Merdeka Jombang dinilai kurang memenuhi standar PT LIB, sedangkan Gelora Delta Sidoarjo (GDS) sudah dipilih sebagai home base Persiwa Wamena.

Persiwa Wamene yang tak lain adalah salah satu tim lawan PSMP di grup D sehingga tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini tak bisa memilih GDS sebagai home base. Pemilihan Bumimoro juga tak lepas dari pertimbangan jarak tempuh dan kualitas stadion untuk pertandingan sepak bola kasta kedua Liga Indonesia tersebut.

Di putaran kedua penyisihan grup sebelumnya, Mudjid Ridwan dkk juga sudah menggunakan Bumimoro sebagai home base sementara. Sehingga dari tingkat kelayakan dan ketersediaan waktu, hanya Bumimoro yang dinilai paling ideal untuk menggelar pertandingan tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Presiden Klub PSMP, Firman Efendi. "Stadion Gajah Mada belum bisa dgunakan untuk pertandingan karena proyek pembangunan lintasan atletik belum selesai. Sehingga kita kembali menggelar laga home kedua di Bumimoro," ungkapnya, Jum'at (29/9/2017).

Masih kata Firman, pihaknya pesimis Stadion Gajah Mada di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto sudah bisa digunakan untuk laga home terakhir PSMP tanggal 15 Oktober 2017 mendatang. Pasalnya, menurutnya hingga kini pembangunan lintasan atletik tersebut belum menunjukan perkembangan yang siknifikan.

"U-getter yang sebelumnya telat datang, sudah datang. Pekerja juga sudah ada tapi kita pesimis tanggal 15 bisa selesai dan digunakan karena bagian tutup u-ditch, masih belum datang seluruhnya sehingga kita pesimis. Namun kita tetap berharap, laga terakhir bisa digelar di Mojokerto," ujarnya.

Firman menjelaskan, belum ada komunikasi lagi antara manajemen PSMP dengan Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait hal tersebut. Menurutnya, meskipun pihaknya berharap namun pihaknya tidak mau menekan Dinas PUPR terkai pekerjaan dari rekanan CV Lancar Jaya tersebut.

"Kita komunikasi hanya dengan PU hanya sebatas meminta agar laga terakhir bisa digelar di Mojokerto. Terkait berapa persen pekerjaan rekanan saat ini, itu biar menjadi urusan PU dan rekanan," pungkasnya. [tin/but]

Komentar

?>