Senin, 20 Nopember 2017

Awaydays Persid Jember Nihil Poin

Kamis, 14 September 2017 12:27:59 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Awaydays Persid Jember Nihil Poin

Jember (beritajatim.com) - Dua laga tandang (awaydays) yang dilakoni Persid Jember dalam Babak 12 Besar Grup G, Kompetisi Sepak Bola Liga 3 Zona Jawa Timur, tak membuahkan hasil sama sekali. Setelah dikalahkan PSPK Pasuruan 1-2, tim berjuluk Macan Raung itu harus kalah 0-1 dari Deltras di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (13/9/2017).

Satu-satunya gol Deltras dicetak Zaenal Abidin pada menit 24 melalui titik putih. Dengan kekalahan ini, persaingan di Grup G semakin ketat. Sementara ini Deltras memimpin dengan poin 6, diikuti Persid dan PSPK dengan nilai 3. Namun agregat Persid lebih baik dan produktif daripada PSPK yakni 3-3 berbanding 2-2.

Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit sepak awal. Benturan beberapa kali terjadi. Deltras terus menekan dan dominan dalam penguasaan bola. Sekitar 60 persen bola dikuasai para pemain Deltras. Deltras bermain habis-habisan karena harus menang.

Asisten Pelatih Persid Santoso Pribadi kecewa dengan wasit. "Deltras harus menang. Babak pertama beberapa kali offside dibiarkan, anak-anak emosi," katanya.

Wasit Arya Hadi memberikan hadiah penalti bagi Deltras, setelah ujung tombak Sutrisno Hardi yang sudah lolos tanpa kawalan dihadang kiper Arbi Setyo Utomo. Pelanggaran terjadi dalam kotak penalti.

Keputusan wasit ini diprotes para pemain Persid. Mereka menganggap Sutrisno dalam posisi offside. Namun wasit bersikukuh. Zaenal Abidin mengeksekusi bola, dan membuat Deltras memimpin.

Sejak saat itu pertandingan berjalan makin keras. Anak-anak Persid tampak emosi. Turun dengan formasi 4-4-2 berlian, gelandang Jerry Rivan yang biasanya naik ke depan ditarik agak ke belakang menemani Iwan Sampurno sebagai gelandang bertahan di depan empat bek. Praktis formasi berubah menjadi 4-2-2-2, dengan tetap mengandalkan Ali Hasan dan David Erfandi di depan.

David Arisma, pemain bernomor punggung 7 yang biasa bermain sebagai penyerang lubang, bertugas menyuplai bola-bola taktis, terutama terobosan. Namun karena Persid berada dalam posisi tertekan sepanjang pertandingan, David tak seagresif biasanya dan menemani Rozikin di belakang dua striker. Iwan Sampurna memainkan peran sebagai pengirim bola-bola lambung ke daerah pertahanan Deltras.

"Kami sebenarnya berharap pada serangan balik cepat melalui umpang-umpan daerah. Tapi umpan-umpan itu beberapa kali kurang akurat dan pemain kami kalah dalam duel-duel bola atas," kata Santoso. Namun setidaknya Persid sempat memiliki peluang bagus melalui Ali Hasan dan David Erfandi yang gagal dikonversi menjadi gol.

"Kami akui ball possession Deltras lebih bagus. Pemain kami terlanjur emosi, sehingga bermain tidak seperti biasanya. Lini kedua Deltras bagus dan sering muncul ke depan. Pressing mereka bagus, tidak membiarkan kami bermain melebar," kata Santoso. [wir/ted]

Komentar

?>