Minggu, 24 September 2017

Polisi Tangkap Pelaku Pelemparan Bus Pemain Arema

Senin, 11 September 2017 22:35:25 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Polisi Tangkap Pelaku Pelemparan Bus Pemain Arema

Pamekasan (beritajatim.com) - Polres Pamekasan menangkap salah satu pelaku pelemparan bus yang ditumpangi pemain Arema FC usai menjalani laga Super Big Match melawan Madura United FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Minggu (10/9/2017) malam.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasar laporan Fathor Rozak yang diterima polisi dengan nomor laporan LP/290/IX/2017/JATIM/RES PMK. "Terangka atas nama AP (17) warga Pamekasan, status pelajar," kata Wakapolres Pamekasan Kompol Harnoto kepada sejumlah wartawan, Senin (11/9/2017).

"Tersangka ini terlibat kasus perusakan ketika selesai pertandingan Madura United melawan Arema, di perjalanan ada oknum suporter yang melakukan pelemparan di arus keluar stadion menuju tempat penginapan," ungkapnya.

Kasus pelemparan tersebut dilakukan hanya spontanitas saat pelaku berada di tengah kerumunan suporter lain. "Ini masih anak-anak dan masih belum memahami untuk menjaga ketenteraman dan kedamaian, khususnya di saat pertandingan," imbuhnya.

"Akibat kejadian tersebut, tercatat sebanyak dua orang yang noatabene ofisial Arema mengalami luka akibat pecahan kaca. Terlebih bus juga mengalami kerusakan berupa pecah kaca di bagian belakang dan body kanan bus, kerugian sekitar Rp 10 juta," jelasnya.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka terancam Pasal 170 KUHP Sub 406 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan atau 2 tahun 8 bulan. "Mari kita jadikan sepakbola sebagai media pemersatu, nyanyian dan yel-yel rasis tidak seharusnya dilakukan. Kejadian ini tentu sangat disayangkan," pungkasnya.

Sebelumnya Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi juga sangat menyayangkan sikap oknum suporter Madura Bersatu yang dinilai sangat tidak menghormati tamu. Sehingga ia mengajak suporter Madura Bersatu untuk selalu menjunjung nilai tinggi sportivitas dalam sepakbola, fair play. [pin/suf]

Komentar

?>