Minggu, 24 September 2017

AQ: Ternyata Kita Bukan Tuan Rumah yang Baik

Senin, 11 September 2017 10:40:50 WIB
Reporter : Samsul Arifin
AQ: Ternyata Kita Bukan Tuan Rumah yang Baik

Pamekasan (beritajatim.com) - Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi menyayangkan sikap oknum suporter Madura Bersatu yang dinilai sangat tidak menghormati tamu.

Hal itu diungkapkan pasca laga Super Big Match bertajuk Derby Jatim pada pekan ke-23 Liga 1 yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Minggu (10/9/2017) malam.

Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab berhasil menang 2 gol tanpa balas berkat sepasang gol Slamet Nurcahyo.

"Ternyata kita bukan tuan rumah yang baik (saat) menyambut tamu Arema, entah siapa yang ngajari," sesal Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) resmi klub, Senin (11/9/2017).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menilai sampai detik ini 'ulah suporter' ternya belum dewasa seutuhnya.
"Setahu kami semua suporter sudah berhenti rasis, kenapa (suporter) Madura masih nyaring terdengar. Madura memang menang dalam pertandingan, tapi sejujurnya kita kalah dalam kesantunan," ungkapnya.

"Sebagai presiden klub kami merasa malu dengan cara kita menyambut tamu, jangan pernah menyelesaikan persoalan dengan dendam. Madura Rukun dan Terpuji (MadRudji)," tegasnya.

Bahkan pihaknya juga mengajak suporter Madura Bersatu untuk selalu menjunjung nilai tinggi sportivitas dalam sepakbola, fair play. "Ayo kembali ke jalur persahabatan, ini sepakbola bukan perang," pungkasnya.

Seperti diketahui, kemenangan Madura United atas Arema diwarnai 'lempar jumroh' yang dilalukan oknum suporter Madura Bersatu.

Bahkan hal itu terjadi hampir di sepanjang pertandingan, khususnya saat wasit memberikan keputusan yang dianggap 'tidak benar' atau saat pemain Arema melakukan tendangan pojok. [pin/ted]

Komentar

?>