Rabu, 18 Oktober 2017

Belum Dicairkan, Dana Hibah KONI Jember Dikurangi Rp 1,5 M

Rabu, 06 September 2017 17:48:33 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Belum Dicairkan, Dana Hibah KONI Jember Dikurangi Rp 1,5 M

Jember (beritajatim.com) - Belum lagi dicairkan, dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari APBD Kabupaten Jember 2017 sudah akan dipangkas Rp 1,5 miliar, sehingga tersisa Rp 2,5 miliar.

"(Rp 1,5 miliar) yang kami ambil alih digunakan untuk penyelenggaraan even-even (olahraga), karena pada tahun kemarin tak ada even-even di tingkat provinsi maupun lainnya," kata Kepala  Dinas Pemuda dan Olahraga Dedi M. Nurahmadi, dalam rapat pembahasan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Perubahan Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD 2017, di gedung DPRD Jember, Rabu (6/9/2017).

Dedi berasumsi, anggaran itu semaksimal mungkin bisa digunakan untuk kepentingan olahraga. "Jadi tidak ada pemikiran untuk menambah anggaran KONI, karena kita ketahui bersama banyak kegiatan cabang olahraga yang belum dimunculkan," katanya.

Alasan Dedi ini dinilai pimpinan DPRD Jember tidak meyakinkan, karena tahun lalu, pengalihan sebagian dana hibah KONI untuk kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur mendapat teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan. Belanja hibah KONI tidak bisa digunakan untuk kepentingan Popda, apalagi ini diatur oleh Undang-Undang sistem Keolahragaan Nasional.

"Berarti kan tidak boleh anggaran KONI dialihkan untuk hal lain yang berhubungan dengan cabang olahraga itu sendiri," kata Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni.
 
Badan Anggaran DPRD Jember menjadikan pergeseran belanja hibah menjadi belanja langsung sebagai catatan yang akan dibahas lebih lanjut dalam sesi finalisasi dengan Tim Anggaran Pemkab. Badan Anggaran meminta agar Pemkab Jember benar-benar memiliki itikad dan niat kuat untuk membantu cabang-cabang olahraga melalui KONI melalui dana hibah. Badan Anggaran menyarankan kepada Dispora Jember agar menganggarkan tambahan untuk belanja langsung kegiatan lagi dalam Perubahan APBD tanpa memangkas dana hibah.

Dedi mengatakan, biaya pembinaan cabang olahraga menjadi kewenangan KONI Jember. "Kami hanya mengambil anggaran untuk even, agar di Kabupaten Jember bisa dilaksanakan even beberapa cabang olahraga," jelasnya.

Penjelasan Dedi ini mengundang pertanyaan lanjutan dari Thoif. "Apakah KONI tidak mampu mengadakan even, sementara cabor-cabor itu di bawah naungan KONI, sehingga Dispora mengambil alih untuk mengadakan even ini?" tanyanya.

"KONI memang (induk) untuk cabang olahraga berprestasi. Cabor di bawah naungan KONI bisa mengadakan even-even itu, dengan anggaran yang sudah disiapkan untuk KONI," kata Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni.

Dedi menjelaskan, bahwa tengah membuat tiga rangkaian dalam anggaran hibah KONI. "Pertama, belanja rutin untuk administrasi di KONI; kedua, anggaran pembinaan untuk 36 cabang olahraga di bawah naungan KONI; dan anggaran even-even. Hanya anggaran even-even ini yang kami ambil. Bukannya kami tidak percaya kepada (pengurus) cabang olahraga yang melakukan. Tapi kami mencoba mengambilalih dengan kegiatan belanja langsung, yang itu pun panitianya adalah cabang olahraga itu sendiri, tidak mengambil yang lain," katanya.

Penjelasan itu makin membuat Badan Anggaran DPRD Jember bingung. "Kalau seperti itu, ngapain Anda susah-susah? Kasihkan ke KONI. Anda tidak ruwet. Kalau mau bikin kegiatan baru ya bikin yang baru untuk olahraga tradisional dan anak-anak. Jadi tidak usah mengganggu KONI. Tinggal kita lihat KONI dikasih anggaran ini (merealisasikannya secara) benar atau tidak?" kata Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi.

Ketua Komisi C Siswono memandang ada ketidakpercayaan terhadap KONI. "Ini terjawab hari ini, ketika Dispora menggeser anggaran KONI. Kenapa Dispora harus menyaingi even-even yang menjadi kewenangan KONI. Beri dong kepercayaan kepada KONI. Anda tinggal melihat prestasinya seperti apa," katanya.

"Dispora memprihatinkan. Seharusnya Anda bisa memilah dan memisah antara even yang akan diadakan Dispora dengan even yang sudah dilakukan KONI. (Pengurus) cabang olahraga ini tambal sulam dan cari utang ke mana-mana untuk membiayai para atletnya untuk ikut even nasional," kata anggota Komisi A Ardi Pujo Prabowo. [wir/kun]

Tag : koni jember

Komentar

?>