Sabtu, 21 Oktober 2017

Pengelola dan Tim Pelatih Arema Indonesia Mundur Beramai-ramai, Ada Apa?

Rabu, 23 Agustus 2017 23:39:59 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Pengelola dan Tim Pelatih Arema Indonesia Mundur Beramai-ramai, Ada Apa?

Malang (beritajatim.com) - Ada kejanggalan dalam perjalanan Arema Indonesia di Liga 3 grup E zona Jawa Timur. Jelang dua laga krusial di akhir penyisihan grup E, terjadi pengunduran diri beramai-ramai alias eksodus.

Wibi Andreas, selaku pengelola tim Arema Indonesia memutuskan mundur sebagai pengelola tim Singo Edan. Pengunduruan diri Wibi diikuti juga oleh tim pelatih, Totok Anjik. Tidak sampai di pengelola dan tim pelatih, pemain Arema Indonesia yang sekaligus kapten tim M Rofik turut mengundurkan diri. T

Tentu saja, pengunduran diri jelang dua laga krusial bagi Singo Edan menimbulkan tanda tanya. Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramdhan mengatakan jika keputusan pengunduran diri pengelola, pelatih dan pemain murni keputusan pribadi.

"Mereka mundur atas insiatif sendiri. Karena pelatih-pelatuh sebelumnya adalah tim pelatih yang dipilih oleh pengelola. Dan satu pemain di posisi paling vital, karena dia juga pemain binaan pengelola," kata Noor Ramdhan.

Bagi tim Arema Indonesia tidak ada jalan lain kecuali melanjutkan kompetisi yang saat ini hanya menyisahkan satu laga kontra Perseta Tulungagung. "Tidak ada pilihan lain buat kita kecuali meneruskan langkah tim di sisa pertandingan," ujar Noor Ramadhan.

Dalam pertandingan Rabu (23/8/2017) Arema Indonesia dipermalukan Persiga Trenggalek dengan skor 2-4. Kekalahan ini membuat Arema Indonesia memiliki peluang lolos sangat kecil.

Arema Indonesia tertahan di peringkat 3 grup E dengan koleksi 14 poin. Sedangkan pesaing mereka Perseta meraih kemenangan 2-0 atas tuan rumah Mojosari Putra. Kedua tim akan berhadapan di Stadion Gajayana, Minggu (27/8/2017).

Perseta berada di peringkat 2 dengan 19 poin. Arema Indonesia harus meraih kemenangan tambahan 3 poin, dengan begitu Singo Edan memiliki 17 poin. Selain itu, Arema Indonesia juga sedang menunggu keputusan lanjutan pertandingan saat kontra Persema 1953 yang terhenti di menit ke 80.

"Kita masih menunggu keputusan dari Asprov PSSI Jatim kemarin kita memberi laporan bahwa pertandingan dihentikan tidak dengan aturan yang ada. Pertandingan dihentikan sebelum 80 menit, yang menghentikan juga bukan wasit tapi pengawas pertandingan," papar Noor Ramadhan.

Manajemen Arema Indonesia meminta di sisa pertandingan Singo Edan tetap menampilkan permainan terbaiknya. Segala faktor non teknis diharap tidak merusak konsentrasi pemain. Manajemen sendiri merasa selalu dibayangi faktor non teknis sejak dikembalikan statusnya oleh PSSI.

"Seperti yang sudah kita katakan sebelumnya. Arema Indonesia selalu dirugikan. Kita melihat ada sebuah gerakan yang sangat terstruktur untuk menjegal langkah Arema Indonesia," tandasnya. [luc/suf]

Komentar

?>