Rabu, 27 September 2017

48 Peselancar 14 Negara Taklukkan Ombak Pantai Watukarung Pacitan

Sabtu, 19 Agustus 2017 18:36:15 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
48 Peselancar 14 Negara Taklukkan Ombak Pantai Watukarung Pacitan
Pantai Watukarung di Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. [Foto: pramita/bj.com]

Pacitan (beritajatim.com)--Sebanyak 48 peselancar dari 14 negara berusaha menaklukkan ombak di Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Ganasnya gulungan ombak di Pantai Watukarung menjadi panggung mengasyikkan.

Kehadiran 48 peselancar sekaligus menjadi seri pembuka World Surf League (WSL) Asia, Mens Qualifying Series (QS) 1000.l. Beberapa peselancar jempolan asal Tanah Air, seperti Dede Suryana, Rio Waeda, dan Rizal Tanjung juga ikut berlaga.

Mereka bertanding selama empat hari, mulai 16 Agustus lalu hingga 20 Agustus. ‘’Ketangkasan peselancar di dalam barrel yang jadi penilaian,’’ ujar Khoirul Amin, Ketua Pacitan Surf Club (PSC), panitia lokal Hello Pacitan Pro 2017.

Irul--panggilan akrab-- Khoirul Amin, mengatakan, dalam Hello Pacitan Pro 2017, penilaian fokus pada durasi peselancar berada di dalam barrel atau gulungan ombak. Semakin lama dia di dalam barrel, maka semakin tinggi poinnya.

Jika barrel semakin melengkung dalam, poin yang didapat juga semakin tinggi. Poin berkurang jika peselancar terjatuh dari papan selancarnya. Cukup sulit karena ombak Watukarung terbilang ekstrim.

‘’Ombak Pacitan ini dikenal unik di kalangan peselancar, termasuk peselancar mancanegara,’’ terangnya.

Maksudnya, ombak bisa datang dari dua sisi, kanan dan kiri. Dia mengatakan, itu tidak ada di pantai mana pun. Hanya ada di Pantai Watukarung, Pacitan.

Khoirul menuturkan, ketinggian ombak Watukarung rata-rata mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Interval antar ombak berkisar antara tiga hingga lima detik.

Seluruh peserta memperebutkan hadiah uang tunai senilai USD 7.500. Persaingan merebut juara terbilang sengit. Para peselancar berkejaran dalam perolehan poin. Irul menjelaskan, siapa pun pemenangnya, selisih poin diprediksi tipis. "Paling selisih poinnya tipis. Tidak banyak," terangnya.

Bagaimana peselancar lokal Pacitan? Hanya ada seorang peselancar lokal Pacitan yang ikut berlaga. ‘’Di Pacitan, olahraga selancar masih bertumbuh. Belum banyak peselancar yang sudah di kelas profesional. Tapi Pacitan punya potensi,’’ pungkasnya. [air/mit]

Tag : selancar

Komentar

?>