Rabu, 18 Oktober 2017

Pelatih Persik: Kami Kalah Mental

Sabtu, 12 Agustus 2017 22:55:55 WIB
Reporter : Temmy P.
Pelatih Persik: Kami Kalah Mental

Sumenep (beritajatim.com)--Pelatih Persik Kediri, Sugiantoro, mengakui kekalahan timnya atas tuan rumah Perssu Sumenep lebih dipengaruhi karena faktor mental.

"Kekalahan kami itu pada 'fighting spirit'. Tidak seperti Perssu. Menang atau kalah, mereka tetap 'fighting'. Mentalnya bagus. Itu yang tidak dimiliki tim kami," katanya.

Dalam Laga lanjutan Liga Indonesia 2017 di Stadion A. Yani Sumenep, Sabtu (12/08/2017), Perssu Real Madura Sumenep berhasil menggunduli tim tamu, Persik Kediri dengan skor 3-0.

"Kami menerima kekalahan ini dengan lapang dada. Tidak ada alasan menyalahkan faktor lapangan, kondisi rumput, atau apapun. Memang permainan anak-anak tidak sesuai harapan," ujar Sugiantoro.

Ia mengungkapkan, awalnya pihaknya optimistis mampu mencuri poin atas Perssu meskipun bermain di kandang lawan. Namun pihaknya harus menerima 'kejutan' yang diberikan tuan rumah dengan 3 gol tanpa balas.

"Mereka respek dengan kami. Kami mungkin yang kurang respek dengan mereka. Di awal kami beranggapan akan mencuri poin pada tim lemah. Tapi ya ternyata hasilnya seperti ini. Kami harus menerima," ucapnya.

Di klasemen sementara, Perssu berada di papan bawah. Berbeda jauh dengan Persik yang berada di urutan puncak grup dengan 17 poin.

"Masih ada sisa 3 pertandingan. Mau tidak mau, kami berharap setidaknya kontra Blitar dan Banyuwangi, kami bisa cetak gol. Meski kami tahu hal itu berat. Karena mereka lawan yang tidak bisa diremehkan," harapnya.

Ketika disinggung satu gol yang disarangkan Perssu ke gawang Persik sempat menuai protes karena dinilai posisi pemain 'offside', Sugiarto enggan berkomentar.

"Kalau soal itu, semua bisa melihat dan menilai sendiri seperti apa. Tapi kami lebih suka untuk menyerahkan pada otoritas yang ada. Hanya saja, gol pertama itu memang menurunkan mental anak-anak," ungkapnya.

Di ujung babak pertama, sesaat setelah diumumkan tambahan waktu 1 menit, tanpa diduga, pemain Perssu nomor punggung 67, Nur Huda, berhasil membobol gawang Persik. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0.

Namun gol pertama tersebut sempat menuai protes dari Persik. Mereka tidak terima gol tersebut disahkan, karena menilai posisi Nur Huda 'offside' saat menerima umpan.

Tapi wasit asal Demak, Nur Chamid, yang memimpin pertandingan, tetap memutuskan gol tersebut sah dan tidak perlu dianulir.

"Sekali lagi, anak-anak kami memang perlu gemblengan mental. Terutama saat menghadapi kekalahan. Pilihannya, mau bangkit apa tidak," tandas Sugiantoro.

Sementara itu, Direktur teknik Perssu, Junaidi, menilai kedua tim bermain sama-sama bagus dan dispilin. Sedangkan gol pertama yang sempat menuai protes, ia menyerahkan pada keputusan wasit.

"Tadi kan wasit sudah memutuskan. Ya kami menjunjung tinggi keputusan wasit yang memimpin pertandingan," ucapnya singkat. [air/tem]

Tag : perssu persik

Komentar

?>