Senin, 25 September 2017

Ukir Sejarah, KONI Banyuwangi Gelar PORKAB Pertama

Senin, 17 Juli 2017 09:53:26 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ukir Sejarah, KONI Banyuwangi Gelar PORKAB Pertama

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi berencana menggelar Pekan Olahraga tingkat Kabupaten (PORKAB). Uniknya, kejuaraan olahraga multievent itu baru akan digelar untuk pertama kalinya di Bumi Blambangan ini.

Rencananya, PORKAB Banyuwangi akan digelar bersamaan dengan hari Olahraga Nasional 9 September mendatang. "Kalau daerah lain sudah ke 3 atau ke 4, di Banyuwangi ini justru belum pernah sama sekali," terang Sekretaris Umum KONI Banyuwangi, Mukayin, Senin (17/7/2017).

Nantinya, kata Mukayin, PORKAB ini akan dikemas dengan lebih semarak menyambut peringatan hari olahraga nasional. "Karena ini peretama kalinya, yang jelas bagaimana gelaran ini
nantinya dapat sukses dan  menjadi tonggak kegiatan selanjutnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PORKAB Banyuwangi 2017, Bonavita Budi Wijayanto mengatakan, saat ini panitia sedang melakukan kordinasi, persiapan, perencanaan dan pembahasan.

"PORKAB masih stagnan belum ada perkembangan, nanti masih akan kita lakukan kordinasi dengan cabor yang rencananya akan ikut pada PORKAB itu. Sementara Juknis (Petunjuk Teknis) juga masih ada beberapa cabor yang mengempulkan," terang Totok sapaan akrab Bonavita Budi Wijayanto.

Menurut pria yang juga ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Banyuwangi ini, tidak semua cabor bakal ikut ambil bagian dalam sejarah KONI Banyuwangi ini.

"Mungkin tidak bisa mengikuti semuanya, karena masih banyak cabor baru dan persiapan untuk PORKAB kan juga cukup ketat. Sementara masih 24 dari 30 Cabang Olahraga (Cabor). Yang tidak ikut sementara Gulat, Hockey, Senam, Tenis Lapangan, Tinju dan Angkat Besi," ungkapnya.

Absennya sejumlah cabor dalam perhelatan akbar olahraga se Banyuwangi ini lantaran berbagai kendala. Salah satunya administrasi dan juga persyaratan yang harus dipenuhi oleh cabor tersebut.

"Salah satu syarat, cabor peserta PORKAB minimal memiliki atlet di 5 kecamatan. Namun mereka berkomitmen, tahun depan mereka akan ikut memeriahkan," jelasnya.

Hal lain yang menjadi perhatian, kata Totok, pada kegiatan multievent pertama kalinya ini yaitu mengenai anggaran. Pasalnya, panitia pelaksana PORKAB mengaku masih menunggu keputusan hasil dari pemerintah daerah yang mengakui berjanji akan memberikan suntikan dana dari anggara Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Kemarin itu dijanjikan akan mendapat kucuran dana yang masih dibahas dalam PAK nanti. Besaran anggaran bulat kita belum tahu, tapi minimal Rp 2 miliar," pungkasnya.

PORKAB perdana ini sengaja dicetus sebagai evaluasi pembinaan Cabor selama 1 tahun. Dengan begitu, para atlet bisa termotivasi untuk menjadi yang terbaik. [rin/suf]

Komentar

?>