Senin, 25 September 2017

Ketua KONI Jember Jadi Saksi Merananya Persid

Minggu, 16 Juli 2017 20:25:29 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketua KONI Jember Jadi Saksi Merananya Persid

Jember (beritajatim.com) - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember Ahmad Halim sudah berupaya memfasilitasi klub sepak bola Persid sejak 2016 untuk memperoleh hibah anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Saat ini, Persid mengalami krisis finansial menyusul belum teralisasinya dana hibah Rp 1 miliar dari APBD 2017.

"Tahun 2016, Persid tidak mendapatkan hibah. Lalu ada kesempatan untuk bisa dianggarkan pada 2017. Karena ada lampu hijau seperti itu, Persid dianggarkan kembali pada angka Rp 1 miliar," kata Halim.

Menurut Halim, pengurus Persid berkonsultasi dengan KONI. "Awalnya mereka tidak akan melakukan 'launching' tim, tapi langsung mengadakan persiapan dan mengikuti kompetisi. Itu pun mereka tidak punya biaya. Akhirnya teman-teman urunan membiayai. Pimpinan daerah diundang agar mendapat kepercayaan. Persid harus bisa menunjukkan prestasinya," katanya.

Dalam kompetisi Liga 3 dan Liga Remaja, Persid berhasil memimpin klasemen sementara. Halim tahu benar bagaimana kendala finansial yang dihadapi klub berjuluk Macan Raung tersebut. "Kami sudah berupaya menggaet sponsor untuk Liga 3, terutama dari jersey. Kami menggalang potensi dana, tapi kenyataannya produksi jersey tak bisa menopang. Hasil keuntungannya hanya bisa beri kontribusi Rp 5 juta," katanya.

"Padahal beban biaya paling besar Persid untuk honor 26 pemain dan makan-minum. Itu pun mereka makan nasi bungkusan, Rp 700 ribu per hari. Jadi untuk makan saja selama satu bulan sudah Rp 21 juta," kata Halim.

Biaya makin membengkak jika tim bertandang ke kota lain. "Biaya sangat besar, untuk biaya transportasi dan penginapan, dan pemain Persid ini tidak mendapat honor. Jika ada itu pun sekadarnya kalau ada orang menyumbang sebagai penyemangat," kata Halim.

Halim terenyuh saat Persid bertandang ke kota lain. "Tim dari kota lain pakai bus pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Ada semacam jeritan hati: pemerintah daerah lain sangat peduli terhadap tim kebanggaan mereka. Kami tidak menutup mata, bahwa bupati (Jember) memfasilitasi masalah mess (di gedung Badan Pendidikan dan Latihan). Namun kami (Persid) hanya bisa menempati sebulan. Kalau ada kegiatan pemkab, harus keluar," katanya. [wir/but]

Komentar

?>