Senin, 25 September 2017

Persid Terancam Eksodus Pemain ke Persebaya

Rabu, 12 Juli 2017 18:54:10 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Persid Terancam Eksodus Pemain ke Persebaya

Jember (beritajatim.com) - Kabar buruk muncul dari Manajer Persid Jember U-17 Sutikto. Tim berjuluk Macan Raung itu terancam eksodus pemain besar-besaran ke Persebaya Surabaya, jika keikutsertaan mereka di Liga Remaja terhenti di tengah jalan karena masalah finansial.

"Kalau sampai ini tak bisa berlanjut hanya gara-gara dana, terpaksa para pemain berbakat kami akan diberikan ke daerah lain yang bisa memperhatikan kesejahteraan mereka," kata Sutikno.

"Persebaya welcome dengan kami. Anak-anak tinggal masuk, kalau mau bergabung dengan Persebaya. Dari awal, kalau Persid tidak keluar (ikut kompetisi Liga Remaja), ada enam anak akan diambil Persebaya," kata Sutikno.

Hubungan Persebaya dan Jember dalam urusan sepak bola memang dikenal sangat harmonis. Sejumlah pemain asli Jember bisa berkembang di bawah pembinaan kompetisi internal Persebaya, seperti Yani Faturrachman dan Slamet Nurcahyo. Bahkan, Yani pernah menjadi kapten di masa pelatih Rusdi Bahalwan.

Pemain dan pelatih legendaris Persebaya Rusdi Bahalawan juga pernah melatih Persid. Bintang Persebaya Putut Wijanarko pernah memperkuat Persid dan menyumbangkan satu-satunya gol saat pertandingan kedua tim di Stadion Notohadinegoro Jember beberapa tahun silam.

Dari aspek suporter, Jember adalah salah basis besar Bonek, suporter Persebaya, di kawasan Jawa Timur selain Banyuwangi. Hubungan Bonek dan kelompok suporter Berni (Jember Brani) juga harmonis.

Terakhir, Sutikno pernah ditunjuk menjadi manajer Persebaya yunior saat kompetisi Piala Kampiun beberapa waktu lalu di Jakarta. Kala itu, sejumlah pemain Persebaya berasal dari Jember.

"Persebaya sudah welcome mengharapkan anak-anak (pemain Persid) ikut kompetisi internal di sana. Siapa yang mau dikirim, saya tinggal kirim saja. Saya ini 'ngaboti' (lebih berat dengan) loyalitas saya terhadap daerah. Apalagi saya kebetulan dipercaya memegang Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember. Bagaimana moral saya kalau ada pemain saya kasihkan ke luar daerah," kata pengusaha otobus ini.

Namun Sutikno tak bisa berbuat banyak, jika Pemerintah Kabupaten Jember tak memperhatikan kesejahteraan para pemain Persid. "Ada dana APBD tidak dimanfaatkan, moral kita ditaruh di mana. Bingung saya," katanya.

Saat ini, Bupati Faida belum juga menyetujui realisasi dana hibah APBD 2017 sebesar Rp 1 miliar untuk Persid Jember. Alhasil, pendanaan Persid untuk berkompetisi di Liga Remaja lebih banyak berasal dari kantong Sutikno. Sutikno akan menghentikan keikutsertaan Persid dalam Liga Remaja, kalau dana hibah tak juga terealisasi dan dana talangan tak ada lagi. [wir/kun]

Komentar

?>