Sabtu, 18 Nopember 2017

Dilarang, Bonek Ngotot Berangkat ke Bantul Tanpa Atribut

Selasa, 16 Mei 2017 16:19:22 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Dilarang, Bonek Ngotot Berangkat ke Bantul Tanpa Atribut

Surabaya (beritajatim.com) - Adanya larangan suporter Persebaya untuk datang mendukung ke Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (18/5/2017) lusa oleh pihak Panpel PSIM Jogjakarta, rupanya membuat Bonek kecewa.

Salah satunya Hasan Tiro, Koordinator Bonek asal Surabaya ini mengaku kecewa kepada pihak kepolisian yang tidak bisa mengamankan suporter. Namun, itu sudah menjadi keputusan aparat kepolisian setempat karena alasan keamanan warga sekitar yang resah terhadap Bonek.

Alhasil, mereka pun berencana akan tetap berangkat secara bertahap tanpa menggunakan atribut untuk mendukung tim Bajol Ijo. Bahkan, pihaknya mengaku melakukan koordinasi dengan beberapa koordinator bonek untuk keberangkatan awal mulai Rabu (17/5/2017) besok.

"Dibilang kecewa, pasti kecewa dengan keputusan panpel melarang bonek dengan alasan keamanan dan warga trauma atas kejadian yang lalu. Namun sebagai suporter, kita tetap berangkat ke Bantul namun tanpa atribut. Kita tetap mendukung Persebaya sebagai suporter biasa," ungkap Hasan Tiro.

Senada dengan Hasan Tiro, salah satu bonek asal Kandangan, Surabaya, Wisnu Pamudji, pun mengungkapkan rasa kecewanya atas larangan itu. "Kalo ada larangan seperti itu ya jujur kecewa, karena kita tidak bisa mendukung langsung tim kebanggaan arek-arek suroboyo," Ungkap Wisnu ketika dihubungi, Selasa (16/5/2017).

Diketahui sebelumnya, didalam pertemuan antara pihak Panpel dengan pihak suporter, baik PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya, Senin (15/5/2017) kemarin, setelah konsultasi dengan pihak keamanan, memutuskan untuk melarang Bonek datang.

Pertimbangannya, ada penolakan dari warga sekitar Stadion Sultan Agung. Hal itu masih ditambah dengan keterlibatan suporter PSIM Yogyakarta dalam kerusuhan saat Persiba Bantul menjamu Persis Solo beberapa hari lalu. [way/kun]

Komentar

?>