Minggu, 17 Desember 2017

Diimbangi Madiun Putra, Pelatih Persebaya Salahkan Media dan Pemain

Kamis, 20 April 2017 22:04:37 WIB
Reporter : Kuntoro Rido Astomo
Diimbangi Madiun Putra, Pelatih Persebaya Salahkan Media dan Pemain
Iwan Setiawan, Pelatih Kepala Persebaya Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) - Pelatih Persebaya, Iwan Setiawan mengelak fakta dan justru menyalahkan media yang dinilainya mempolitisir pernyataannya dengan menyebut Madiun Putra sebagai tim kampung.

Hal itu dikatakannya saat konfrensi pers seusai pertandingan. "Saya baca di media sosial jika saya mengatakan Madiun Putra sebagai tim kampung. Kapan saya ngomong gitu? Tolong lah, mungkin wartawan bisa lebih cermat lagi. Karena saya tidak pernah bilang seperti itu," katanya, Kamis (20/4/2017).

Padahal sebelumnya, menjelang pertandingan, beberapa wartawan yang sedang melakukan interview, dengan jelas mendengar bahkan memiliki bukti rekaman dimana dirinya mengatakan jika Madiun Putra adalah tim kampung.

Apalagi, hampir seluruh media tidak ada yang menyebut Madiun Putra sebagai tim kampung, melainkan Madiun Putra bermain seperti tim kampung.

Maklum, munculnya pernyataan Iwan tersebut, membuat Madiun Putra terlecut motivasinya karena dianggap sebagai tim kampung.

"Kita malah senang dianggap sebagai tim kampung, karena justru bisa menambah motivasi untuk membuktikan," kata pelatih Madiun Putra, Sartono Anwar.

Tidak cuma menyalahkan media, Iwan Setiawan juga menyalahkan pemainnya yang dianggap tidak memiliki mental bertanding bagus pada laga tersebut.

"Mental pemain hari ini sangat buruk. Saya sangat kecewa. Mereka terlihat sangat nervous di pertandingan pertama. Jauh berbeda dari pertandingan sebelumnya saat lawan Persegres. Entah saya tidak tahu sebabnya," aku Iwan.

Berbanding terbalik dengan kubu Madiun Putra. Selain dibilang tim kampung sebagai lecutan motivasi, mental pemain juga teruji meski mendapat tekanan dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 15 ribu Bonekmania.

Kenapa bisa seperti itu, Sartono mengungkapkan karena sebelum pertandingan, timnya secara mental dan spiritual merasa siap lantaran sempat menggelar yasinan.

Sementara Persebaya, untuk menghilangkan rasa nervous, justru dimanfaatkan dengan nonton bioskop bareng.

"Jadi saya bilang ke pemain saat yasinan, selain minta kepada yang di 'Atas', mereka juga harus kerja keras di lapangan, dan hasilnya saya puas," kata Sartono. (kun/ted)

Komentar

?>