Jum'at, 28 April 2017

Madura United Angkat Bicara Soal Marquee Player

Kamis, 20 April 2017 08:48:50 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Madura United Angkat Bicara Soal Marquee Player

Pamekasan (beritajatim.com) - Manajer Madura United FC Haruna Sumitro angkat bicara terhadap kritik Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tentang persoalan status marquee player.

Sebab BOPI juga memasukkan nama Madura United FC dalam daftar 11 klub di Liga 1 yang memainkan pemain asing, khususnya marquee player Peter Osaze Odemwingie. Sekalipun belum memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

"Kita berani memainkan Peter (Odemwingie) yang berstatus sebagai marquee player, karena ada izin dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1," kata Manajer Madura United FC Haruna Sumitro, Kamis (20/4/2017).

Pihaknya menilai peter Odemwingie tetap bisa dimainkan setelah klub menyetor bukti KITAS sudah diurus dan tengah dalam proses penyelesaian. Sementara visa pemain asing juga bisa dilakukan hingga Senin (15/5/2017) mendatang. "KITAS baru diurus setelah pemain datang ke Indonesia. Jadi butuh waktu," ungkapnya.

"Penerbitan KITAS tidak bisa instan, ada tiga sampai empat tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pengajuan berkas ke PSSI, lalu ke BOPI, kemudian ke Departemen Tenaga Kerja dan terakhir ke Imigrasi," jelasnya.

Dari empat tahapan tersebut pihaknya menegaskan sudah melakukan tahapan proses hingga mencapai 75 persen. "Kami perkirakan KITAS Odemwingie sudah rampung pekan depan," tegas mantan CEO Persebaya Surabaya itu.

Seperti diketahui, mantan pemain Stoke City menjalani debut bersama Madura United FC saat mengalahkan Bali United FC dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (16/4/2017) lalu. Bahkan pada laga tersebut, ia berhasil menyumbang satu gol melalui titik putih.

Selain itu, tim kebanggaan masyarakat bola Madura bukan merupakan satu-satunya pemain asing dalam tim. Sebab masih terdapat tiga pemain lain yang berstatus sebagai pemain asing, yakni Dane Milovanovic (Australia), Fabiano Beltrame (Brasil) dan Reduone Zerzouri (Prancis). [pin/suf]

Komentar

?>