Jum'at, 20 Oktober 2017

Jember United Siap Jadi Duta BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 21 Maret 2017 11:46:29 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jember United Siap Jadi Duta BPJS Ketenagakerjaan
Sirajuddin

Jember (beritajatim.com)Ketua Umum Jember United Football Club Sirajuddin menawarkan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja. Dia berharap BPJS bisa menjadi sponsor klub berjuluk The Flying Eagle itu.

"Kalau BPJS jadi sponsor, kami siap pasang di baju (jersey). Anak-anak yang sempat ikut seleksi tim nasional siap mempromosikan BPJS Tenaga Kerja. Mereka sebagai duta untuk mempromosikan," kata Sirajuddin. Jember United sendiri saat ini berlaga di Liga 3.

Sirajuddin memandang positif keikutsertaan klub sepak bola dalam program BPJS Tenaga Kerja untuk melindungi pemain. "Saya kira sinergi antara BPJS dengan Jember United baik. Kami akan ketemu dengan pimpinan BPJS, bagaimana cara, solusi, pola kerjasama, dan cara pembayarannya," katanya.

Menurut Sirajuddin, para pemain sepak bola hanya dikontrak dalam jangka waktu tertentu. "Rata-rata hanya enam sampai delapan bulan, setelah itu bebas (bisa pindah klub atau memperpanjang masa kontrak). Syukur-syukur bisa bertahan jadi pemain kami," katanya.

"Mereka juga tidak menerima gaji, hanya honorarium bulanan. Tapi kami sangat tertarik. Saya berterima kasih BPJS sudah melihat potensi masyarakat Jember," kata Sirajuddin.

Selama ini, jika ada pemain yang cedera, Jember United ikut patungan membiayai pengobatannya, sebagaimana pengobatan terhadap Sabeq Fahmi Fahrezi. Pemain tersebut mengalami cedera parah saat memperkuat tim nasional U16 di sebuah turnamen di Hongkong.

"Saat ini ada pemain kami yang cedera. Jadi dengan cara seperti itu (ikut serta dalam program BPJS Tenaga Kerja), baguslah," kata Sirajuddin.

Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Jember menyarankan kepada dua klub sepak bola yang akan berlaga di Liga 3, Persid Jember dan Jember United, agar mengikutsertakan para pemain dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Tenaga Kerja Jember Cahyaning Indriasari mengatakan, pemain sepak bola termasuk dalam kelompok kerja yang berisiko dan layak diikutsertakan dalam program asuransi ketenagakerjaan. "Tinggal mendaftar, iuran per bulan hanya Rp 16.800," katanya.

"Nanti mereka akan mendapat perlindungan seperti pekerja sektor formal, mulai dari berangkat, bermain, hingga pulang lagi, termasuk risiko cedera patah kaki waktu bermain sepak bola. Kalau memang masa kompetisi enam bulan, bayar saja enam bulan," kata Cahyaning. [wir/kun]

Komentar

?>