Rabu, 26 Juli 2017

Tahun-Tahun Perlawanan Persebaya

Sabtu, 07 Januari 2017 14:40:02 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tahun-Tahun Perlawanan Persebaya

Jember (beritajatim.com) - Boleh jadi tak ada klub sepak bola yang terlibat dualisme selama bertahun-tahun di dunia, selain Persebaya Surabaya. Sengketa itu tak hanya diwarnai aksi unjuk rasa suporter, tapi juga hari-hari persidangan di pengadilan.

Sengketa terjadi sejak PSSI diketuai Nurdin Halid, dan terus berlanjut saat PSSI berganti ketua umum dari Djohar Arifin Husein ke La Nyalla Matalitti. Kini dengan federasi di bawah kepemimpinan Edi Rahmayadi, nasib Persebaya ditentukan: kembali ke kompetisi resmi atau kembali menjalani pengasingan.

Beritajatim.com menghadirkan kronologi perjalanan Persebaya dan Bonek memperjuangkan hak untuk hidup. Berikut kronologi tahun-tahun perlawanan tersebut.   

 
Tahun 2009
PT Badan Liga Indonesia mengesahkan Persebaya Surabaya di bawah PT Persebaya Indonesia menjadi peserta kompetisi Liga Super Indonesia musim 2009-2010.
 
2010
-          Pertandingan Persik Kediri melawan Persebaya tiga kali gagal digelar, dan pada kesempatan keempat Persebaya dinyatakan kalah WO 0-3 karena menolak hadir di Palembang.
-          Persebaya terdegradasi ke Divisi Utama dan menyeberang ke kompetisi breakaway Liga Primer Indonesia yang diprakarsai Arifin Panigoro.
-          PSSI yang diketui Nurdin Halid merestui pembentukan Persebaya tandingan yang diketuai Wisnu Wardana untuk berlaga di Divisi Utama.
 
2011
-          Persebaya Persebaya berubah nama jadi Persebaya 1927 untuk menyiasati perizinan laga LPI dari kepolisian.
-          Djohar Arifin terpilih menjadi ketua umum PSSI. LPI disahkan menjadi kompetisi resmi dan diputar dari nol.
-          Bukannya mengesahkan dan mengembalikan hak keanggotaan Persebaya versi PT Persebaya Indonesia, Djohar malah meminta klub tersebut bergabung atau merger dengan Persebaya tandingan versi Wisnu Wardana.
-          Sebagian pengurus PSSI dan klub-klub sepak bola menolak LPI dan membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Mereka tetap memutar Liga Super.
-          Persebaya tandingan bergabung dengan KPSI.
 
2012
-          Persebaya menjadi runner-up kompetisi LPI musim 2011-2012.
-          Persebaya tandingan berlaga di Divisi Utama KPSI dan dikelola PT Mitra Muda Inti Berlian.
 
2013
-          Kongres PSSI kembali digelar untuk menyatukan kubu yang bertikai dengan disupervisi FIFA dan AFC.
-          Kompetisi LPI terhenti separuh musim
-          Kongres PSSI tidak mengakui Persebaya versi PT Persebaya Indonesia.
-          Unifikasi liga tidak melibatkan Persebaya versi PT Persebaya Indonesia.
 
2014
-          Aksi unjuk rasa Bonek mulai membesar dan melibatkan ribuan orang. Salah satunya aksi protes yang berlangsung damai di depan Hotel Shangri-la, Surabaya, tempat penyelenggaraan kongres tahunan PSSI.
 
2015
-          La Nyalla Mataliti terpilih menjadi ketua umum PSSI
-          PT Persebaya Indonesia menggugat Persebaya tandingan versi PT Mitra Muda Inti Berlian secara hukum di Pengadilan Negeri Surabaya pada bulan Maret.
-          Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menolak keikutsertaan Persebaya PT MMIB dalam Piala Presiden karena masih berstatus sengketa.
-          PT MMIB menggugat putusan BOPI di Pengadilan Tata Usaha Negara dan kalah.
-          Menpora membekukan PSSI karena masih ngotot menyertakan Persebaya tandingan dan Arema dalam kompetisi walau sudah dilarang ikut serta karena secara legalitas dianggap lemah.
-          PT MMIB mengubah Persebaya menjadi Persebaya United dan mengalami empat kali pergantian nama selama Piala Presiden. Terakhir, nama berubah menjadi Bhayangkara Surabaya United dan dikelola Kepolisian RI.
-          Kementerian Hukum dan HAM memberikan hak nama dan logo Persebaya kepada PT Persebaya Indonesia.
 
2016:
-          PT Persebaya Indonesia memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya pada bulan Juni.
-          Pssi menggelar kongres di Ancol, Jakarta, pada bulan Agustus. Ribuan Bonek menggeruduk Jakarta dan menuntut pengakuan  terhadap Persebaya.
-          Toni Apriliani, salah satu Komite Eksekutif PSSI, berjanji mengesahkan persebaya pada kongres berikutnya yang digelar pada November.
-          Kongres 10 November mengesahkan Edi Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI. Namun, PSSI menunda pembahasan nasib Persebaya hingga Januari 2017 dalam kongres tahunan di Bandung.
-          Edi Rahmayadi datang ke Surabaya dan bertemu Bonek dan manajemen Persebaya, pada Desember.
 
2017
- Bonek berangkat ke Bandung memastikan nasib Persebaya dalam kongres tahun tanggal 7-8 Januari. [wir/ted]

Komentar

?>