Sabtu, 25 Nopember 2017

Kalah Tipis, Perssu Gagal Melenggang ke Final ISC B

Rabu, 14 Desember 2016 22:54:54 WIB
Reporter : Temmy P.
Kalah Tipis, Perssu Gagal Melenggang ke Final ISC B

Sumenep (beritajatim.com) - Tim sepakbola kebanggan Sumenep, Perssu Super Madura harus menelan pil pahit kalah tipis atas PSS Sleman, dalam laga semifinal Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016.

Pertandingan sempat berlangsung alot. Pertahanan kedua tim sama-sama kuat. Hingga babak pertama berakhir, Perssu dan PSS sama-sama belum mampu mencetak gol.

Kedudukan pun berubah, ketika di menit ke-67, pemain Perssu, Nanang Asripin yang baru masuk sebagai pemain pengganti, sukses menjebol gawang PSS, dan skor pun menjadi 1-0 untuk Perssi. Namun kegembiraan tim berjuluk Laskar Kuda Terbang itu tidak berumur panjang. Hanya berselang 10 menit, Super Elang Jawa, julukan PSS, berhasil membalas lewat tendangan Chandra Waskito yang menyempurnakan umpan Riski. Skor menjadi 1-1 hingga babak kedua berakhir.

Karena kedudukan berimbang, laga semi final pun dilanjutkan ke babak 'ekstra time'. Kedua tim, baik Perssu maupun PSS masih bermain imbang dengan kemampuan setara. Namun tepat di menit ke-97, Busari, mantan pemain Persepam MU berhasil menyarangkan bola ke gawang Perssu, melalui sundulan, setelah memanfaatkan tendangan bebas Dicky Prayoga. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1 untuk PSS Sleman.

Sayangnya hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada lagi gol yang tercipta. Perssu harus 'legowo' menerima kekalahan tipis 2-1 atas PSS Sleman.

Atas hasil tersebut, PSS Sleman berhak lolos ke partai puncak ISC 2016. Sementara Perssu akan memperebutkan tempat ketiga, dan akan melawan tim yang kalah antara PSCS Cilacap dan Martapura FC.

Pelatih Perssu, Solahuddin mengaku kekalahan anak asuhnya bukan karena buruknya permainan. Namun karena ada tiga pemain yang cedera, sehingga mempengaruhi kualitas permainan.

"Ini di luar skenario dan taktik permainan, karena ada tiga pemain Perssu yang cedera. Akibatnya penampilan anak-anak menjadi tidak maksimal," ujarnya.

Ia juga menyesalkan tipe permainan PSS yang cenderung kasar hingga mencederai pemain Perssu. Ditambah lagi, terlihat ada keberpihakan wasit pada PSS.

"Harusnya wasit ini netral dan bijak mengambil keputusan. Kalau ini tadi enggak. Wasit cenderung ke PSS. Ini yang saya sesalkan," ucapnya. (tem/ted)

Komentar

?>