Rabu, 22 Nopember 2017

Gus Ipul Pimpin Gerakan Bersih-bersih Pantai Kenjeran

Selasa, 14 Nopember 2017 13:05:07 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul Pimpin Gerakan Bersih-bersih Pantai Kenjeran

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memimpin gerakan bersih-bersih pantai yang dilakukan di bibir Pantai Kenjeran Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kepedulian lingkungan yang diinisiasi dari pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Gerakan Bersih Pantai Kenjeran itu diikuti 1.700 orang peserta dan relawan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia. Tak hanya itu, anak anak sekolah, relawan lingkungan dan masyarakat sekitar pesisir pantai kenjeran juga turut dalam gerakan tersebut.   

Gus Ipul menegaskan, bahwa gerakan bersih Pantai Kenjeran jadi bukti masyarakat pinggir pantai mau ikut peduli terhadap lingkungan dan ekosistem yang ada.

"Kita bisa lihat di sepanjang Pantai Kenjeran, tidak berbau dan tidak ada tumpukan sampah. Ini jadi bukti masyarakat dan pemerintahnya berkomitmen untuk terus menjaga keindahan alam khususnya pantai maupun laut tetap bersih," terangnya. 

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan penyadaran tentang bahaya pencemaran laut. Beedasarkan data yang ada, setiap hari di Jatim memproduksi sampah sekitar 19 juta ton. Sebanyak 20 persennya di antaranya disumbang dari sampah non organik.

"Ini yang harus dicarikan solusi dan jalan keluar cara pengolahan, pembuangan sampah agar tidak mengganggu kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui teknologi tepat guna untuk mampu mendaur ulang sampang secara sehat," tegasnya.

Saat ini, Jatim dihadapkan pada permasahan serius terkait pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). B3 ini adalah permasalahan serius yang harus segera tertangani. Pemprov Jatim terus mengkoordinasikan agar limbah ini tidak merusak bahkan menganggu lingkungan.

"Potensi limbah yang dihasilkan 300 juta ton/tahun. Akan tetapi, yang dilaporkan perusahaan hanya sekitar 170 juta ton/tahun. Ini yang akan kita cari dan minta perusahaan agar melaporkan secara akurat," imbuhnya.

Menurutnya, kebersihan pesisir dan pantai akan memberikan manfaat antara lain menghasilkan ekosistem laut seperti ikan akan melimpah. "Kalau pantainya tercemar dan banyak sampah, dipastikan ikan tidak mau menepi. Ini yang jadi kerugian bagi kita ke depan," jelasnya.

Manfaat selanjutnya dari lingkungan pantai bersih ini adalah menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas. "Kalau lingkungan kotor mereka tumbuh dengan tidak baik. Untuk itu, kita harus melestarikan dan menjaga kebersihan pantai untuk generasi mendatang," terangnya.

Turis mapun wisatawan asing, lanjutnya akan senang dan masuk ke Jatim jika pantai maupun laut yang ada kondisinya bersih. "Pantai yang bersih dan indah akan menghadirkan wistawan dan menumbuhkan investasi di daerah. “Kesemuanya itu,  ada multiplayer effect yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemen Lingkungan Hidup, Karliansyah mengapresiasi kebersihan Pantai Kenjeran Surabaya.

Menurutnya, kebersihan pesisir Pantai Kenjeran harus ditiru dan diimplementasikan oleh seluruh daerah lain di Indonesia. Kebersihan ini harus ditiru oleh daerah lain.

"Saya kagum ketika akan masuk di sepanjang jalan kenjeran tidak terlihat sampah ataupun bau menyengat.  Kita patut malu, jika ada kota kecil namun tidak bisa menjadikan lingkungannya bersih, indah dan rapi. Jatim, khususnya Kota Surabaya harus menjadi inspirasi bagi daerah lain seluruh Indonesia," pungkasnya. (tok/kun)

Tag : gus ipul

Komentar

?>