Rabu, 18 Oktober 2017

Gus Ipul: Potensi Hutan Jangan Sampai Dinikmati Asing

Selasa, 26 September 2017 17:08:42 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul: Potensi Hutan Jangan Sampai Dinikmati Asing

Surabaya (beritajatim.com) - Pengelolaan hutan di Jatim harus sejalan dengan amanat pasal 33 UUD 1945. Hal tersebut bertujuan agar potensi sumber daya hutan yang sangat kaya tidak dinikmati oleh orang asing, tapi bisa dikelola dan dinikmati masyarakat sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat membuka Rapat Koordinasi Kehutanan Sosial Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Bappeda Provinsi Jatim, Selasa (26/9/2017).

Gus Ipul mengatakan, sesuai dengan amanat UUD 1945 ada dua hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), yaitu mengelola dan melindungi.

"Pengelolaan hutan harus sesuai dengan kebijakan pemerintah. Karena itu program-program yang dibuat oleh LMDH juga harus mengacu kepada  tujuan serta visi misi kebijakan pengelolaan hutan. Sehingga dalam pelaksanaannya, bisa sesuai dengan program kegiatan yang telah dibuat, jangan sampai keluar dari perencanaan," jelasnya.

Hal yang paling penting lagi adalah melindungi hutan. Karena berapapun luasnya hutan yang dimiliki, kalau tidak ada keinginan untuk melindungi maka hutan tersebut akan sirna dan habis tanpa bekas. Sebab, yang ada hanya mengelola atau pengelolaan saja.

"Untuk melindungi menjadi sangat penting guna pelestarian hutan sekaligus lingkungan. Yang dibutuhkan dalam melindungi harus ada empat unsur  yakni unsur pengawasan, ekologi, sosial dan yang terakhir adalah ekonomi," tegasnya.

Gus Ipul menjelaskan, tujuan pokok dalam mengelola hutan itu adalah mengurus dan memanfaatkan sumber daya hutan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Terutama masyarakat yang ada disekitar hutan. Baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi yang akan datang.

Sebab, lanjutnya, survei pertanian di Jatim hanya dalam satu dekade menunjukkan terjadi penurunan sekitar 21,16 persen rumah tangga tidak lagi berprofesi sebagai petani. Dan sebanyak 71 persen adalah sebagai petani gurem atau petani yang menguasai lahan pertanian di bawah 0,5 hektare.

Gus Ipul mengatakan, total luas hutan di Jatim 2.109.074,14 hektare atau seluas 43 persen dari luas Jatim. Hutan seluas ini terbagi menjadi hutan negara seluas 1.361.146 hektare atau 28,3 persen dari luas daratan Jatim. Dan, hutan rakyat  seluas 747.928,14 hektare.

Dari luas hutan negara itu, pemprov mengelola hutan (tahura) seluas  27.868,30 hektare, dan lainnya dikelola perhutani seluas 82,84 persen yang terbagi menjadi hutan produksi (HP) seluas 782.772 Ha dan hutan lindung (HL) seluas 344.742 Ha serta UPT Kemenhut mengelola seluas 205.763,70 Ha atau seluas 15,12 persen.

Pola pengelolaan sumber daya hutan bersama 1.825 LMDH se-Jatim telah  dilakukan oleh Perhutani lebih dari 10  tahun. "Tentunya untuk meneruskan kerjasama ini membutuhkan dan perlu  inovasi-inovasi baru agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari itu masyarakat pelaku pola PHBM yang tergabung dalam LMDH sudah semestinya siap untuk meningkatkan kapasitas diri," pungkasnya. (tok/kun)

Tag : gus ipul

Komentar

?>