Rabu, 22 Nopember 2017

Makna DUIT di Mata Gus Ipul

Senin, 04 September 2017 10:27:49 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Makna DUIT di Mata Gus Ipul
Gus Ipul menghadiri satu kegiatan keagamaan di Sampang, Madura. [Foto: antok/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Banyak jalan yang diberikan Allah SWT kepada umat-Nya untuk mewujudkan mimpi beribadah ke Tanah Suci. Bisa lewat menabung, menang doorprize atau diberangkatkan orang lain.

Ibadah haji bukan hanya soal uang. Lebih dari itu, haji adalah rezeki dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dan beruntung.

"Banyak orang ingin beribadah haji, tapi tidak semuanya bisa berangkat. Ibadah haji memang butuh uang, tapi belum tentu orang yang punya uang bisa mewujudkannya. Sebaliknya, banyak orang yang tidak punya uang tapi bisa berangkat ke tanah suci. Allah SWT punya cara untuk memberangkatkan umatNya berhaji," kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat Haul Massayech SITQON di PP Nahdlatul Thullab Taman Anom, Omben, Kabupaten Sampang, Minggu (3/9/2017) malam.

Gus Ipul menceritakan, ketika dirinya memberangkatkan kloter jamaah haji tahun 2017 beberapa waktu lalu, terdapat sepasang jamaah suami-istri yang berprofesi sebagai tukang pijat. Mereka menabung selama 20 tahun untuk mewujudkan mimpi berangkat haji.

"Keduanya sepakat setelah menikah untuk menabung sehari masing-masing Rp 5 ribu. Jadi setiap bulan menabung Rp 300 ribu, kemudian setahun terkumpul Rp 3,6 juta, dan setelah 20 tahun terkumpul Rp 75 juta. Akhirnya mereka bisa beribadah haji," tuturnya.

Selain lewat menabung, lanjut Gus Ipul, terdapat pula jamaah yang berangkat haji yang menang undian doorprize, dan ada juga jamaah yang diberangkatkan oleh orang lain, baik itu sanak saudaranya, ataupun pimpinannya.

"Allah SWT punya cara untuk memberangkatkan umat-Nya ke Tanah Suci. Jadi jangan pernah berputus asa dengan rahmat-Nya," lanjutnya.

Masih menurut Gus Ipul, agar mimpi kita segera terwujud, kita harus memiliki 'DUIT' sebagai pegangan hidup. DUIT adalah singkatan dari 'Doa, Usaha Ilmu, dan Tawakkal'.

"Doa adalah inti ibadah, doa bisa dilakukan sendiri-sendiri ataupun bersama-sama. Apapun yang kita lakukan harus diawali dengan doa agar mendapat kemudahan dari Allah SWT. Alhamdulillah di majelis ini doa kita dibimbing oleh kiai dan ulama agar doa kita terarah," imbuhnya.

Kemudian setelah berdoa, wajib melakukan usaha untuk mewujudkan cita-cita. "Usaha itu ikhtiar, atau kerja keras agar Allah SWT bisa menyaksikan kesungguh-sungguhan dalam mewujudkan mimpi. Jika hanya doa saja tanpa kerja keras, maka tidak mungkin kita bisa memperoleh sesuatu, karena tidak lengkap syariatnya," jelasnya.

Masih menurut Gus Ipul, setelah doa dan usaha dilakukan, selanjutnya adalah memiliki ilmu yang cukup. Baik ilmu untuk mendekatkan diri kepadaNya maupun ilmu untuk memahami apa yang telah diciptakanNya. "Ilmu sangat penting untuk menunjang kita mewujudkan mimpi. Sungguh sangat berbeda orang yang punya ilmu dan tidak," tambahnya.

Dan yang terakhir adalah tawakkal, artinya berserah diri kepada Allah SWT atas apa yang telah dikerjakan maupun dilakukan. "Dengan bertawakal seseorang akan menjadi lebih sukses dalam meraih mimpinya," pungkasnya. [air/tok]

Tag : gus ipul

Komentar

?>