Rabu, 18 Oktober 2017

Gus Ipul: Tinggal 27 Desa di Jatim Belum Tersentuh Listrik

Jum'at, 16 Juni 2017 07:49:36 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul: Tinggal 27 Desa di Jatim Belum Tersentuh Listrik

Surabaya (beritajatim.com) - Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi upaya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jatim yang berusaha memberikan pelayanan agar 100 persen desa di Jawa Timur teraliri listrik pada 2019 mendatang.

"Saya apresiasi PLN yang punya target elektrifikasi maupun menerangi seluruh desa di Jatim," kata Gus Ipul usai menerima kunjungan General Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Dwi Kusnanto.

Dari data yang disampaikan Dwi Kusnanto, kata Gus Ipul, saat ini di Jawa Timur masih ada 27 desa yang belum teraliri listrik. Dari jumlah ini, 25 desa berada di kabupaten Sumenep dan dua desa ada di kabupaten Bondowoso.

"Untuk dua desa di Bondowoso pada 20 Juni nanti akan diresmikan setelah selesainya pembangunan jaringan tenaga listrik sepanjang 16 kms, yang melewati kawasan hutan, sehingga seluruh desa di daratan Jawa Timur sudah 100 persen teraliri listrik," ujar Gus Ipul.

Sementara untuk 25 desa kepulauan di Sumenep ditargetkan akan teraliri 100 persen pada 2019 mendatang.

Dari data yang ada, rasio elektrifikasi atau jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di Jawa Timur saat ini sudah mencapai 90 persen. "Tinggal yang 10 persen ini terbesar di Bondowoso dan Sumenep. Di Bondowoso saat ini elektrifikasi baru 65 persen, di mana 35 persen belum teraliri listrik," ujarnya

Untuk memenuhi target 100 persen desa teraliri listrik, langkah yang akan diambil adalah meningkatkan ketersediaan listrik di Kepulauan yang saat ini beberapa masih dengan pola operasi 12 jam akan ditingkatkan menjadi 24 jam.

Sayangnya, meningkatkan ketersediaan listrik bukanlah tanpa masalah karena selama ini biaya produksi 1 kwh listrik menggunakan PLTD rata-rata sebesar Rp 3.000 kWh, sedangkan jika PLTD kombinasi dengan tenaga surya biayanya relatif lebih rendah berkisar Rp 2.200/kWh.

"Padahal dijual ke masyarakat rata-rata dengan tarif subsidi sebesar Rp 600 per kWh, jadi subsidi yang harus ditanggung pemerintah melalui PLN memang cukup tinggi," ujarnya. [tok/suf]

Tag : gus ipul

Komentar

?>